Puluhan RIbu Karyawan Dirumahkan
Meski Corona, Warga Berharap Pabrik Karet di Sarolangun Tetap Buka, Darul: Demi Ekonomi Masyarakat
Semenjak merebaknya virus corona di Sarolangun, dikatakannya, pabrik masih membeli karet tersebut dari berbagai daerah, hanya saja mengikuti...
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sistem buka tutup pembelian karet di pabrik karet Kabupaten Sarolangun yang terletak di Kecamatan Bathin VIII tak bermasalah.
Kata Darul, seorang suplier karet pabrik tersebut mengaku jika sistem pekerjaan pada pabrik itu tetap berjalan normal.
Hanya saja ada beberapa kategori yaitu pekerja bagian dalam dan bagian luar.
"Kerja di dalam bukalah, tapi yang kerja di luar bagian pembelian buka tutup," katanya, Minggu (5/4/2020).
• Update Virus Corona 5 April 2020 Tiap Provinsi di Indonesia, Positif 2.273, Meninggal 198
• Aksi Balap Liar di Perkantor Bupati Muarojambi Kian Marak, Warga Sebut Tak Ada Tindakan dari Polisi
• Meski ODP Virus Corona di Sarolangun Berkurang, Cek Endra Imbau Masyarakat Harus Lebih Waspada
Sistem buka tutup pada bagian pembelian itu dijelaskannya karena tempat pembongkaran sudah tidak ada lagi.
Sedangkan untuk harga hingga saat ini masih bervariasi dan tergantung tipe barang tersebut.
"Harga ado Rp 6.000, Rp 7.000 ado yang Rp 5.000. Kemarin 5,9 sejak Corona ni," ujarnya.
Semenjak merebaknya virus corona di Sarolangun, dikatakannya, pabrik masih membeli karet tersebut dari berbagai daerah, hanya saja mengikuti standar harga di pasar.
"Yang kasian itu petaninya, mau jual ke mana kalau buka tutup," ujarnya lagi.
Lanjutnya, jika protokol kesehatan pabrik saat ini sudah diberlakukan semenjak musim Corona melanda.
Penyemprotan disinfektan pada pekerja sudah dilakukan. Hal ini mengingat pemulangan lebih awal karyawan karena salah satu karyawan tersebut mengalami suhu tinggi.
"Kemarin ada orang yang suhunya tinggi, kebetulan orang itu dari Palembang, jadi pulang cepat," katanya.
Hingga saat ini, karyawan tidak diliburkan dan tetap bekerja. Ia berharap agar pabrik tetap membuka operasionalnya demi ekonomi masyarakat tetap berjalan. (Wahyu)