Virus Corona

Begini Alasan Sebenarnya Yasona Laoly Bebaskan 30 Ribu Narapidana Dari Lapas!

Kementrian Hukum dan HAM yang dipimpin Yasona Laoly sedang jadi sorotan publik.

(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sesuai menghadiri Rapat Paripurna ke 26 DPR Masa Sidang V Tahun Sidang 2017-2018 yang menyetujui pengesahan RUU Antiterorisme menjadi undang-undang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/5/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Kementrian Hukum dan HAM yang dipimpin Yasona Laoly sedang jadi sorotan publik.

Pasalnya 30 ribu narapidana di seluruh Indonesia dibebaskan dengan alasan pencegahan Covid-19.

Sebanyak 30 ribu narapidana dan anak dibebaskan melalui asimilasi serta hak integrasi terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran Corona (COVID-19).

Terkait asimilasi tersebut, sebanyak 44 napi yang ada di Lapas Terbuka 2B Kendal, Jawa Tengah, kini telah dibebaskan.

Akibatnya, lapas kosong. Sebab, semua napi memenuhi syarat untuk bebas.

Yasonna Laoly mengusulkan tahanan Korupsi juga ikut dibebaskan.
Yasonna Laoly mengusulkan tahanan Korupsi juga ikut dibebaskan. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Menurut Kepala Lapas Terbuka 2B Kendal, Rusdedy, napi yang ada di lapas itu semuanya ada 44 orang.

Sejak Kamis (2/4/2020), semua napi dibebaskan karena sudah menjalani dua per tiga menjalani masa tahanannya.

Meskipun mereka bebas, tambah Rusdedy, para napi tidak boleh keluar rumah.

Jika mereka melakukan pelanggaran hukum, surat kebebasannya akan dicabut.

“Surat perjanjian itu sudah ditandatangani bersama,” kata Rusdedy, Jumat (3/4/2020).

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved