WIKIJAMBI Seperti Apa Rasanya Kerupuk Kayu Api? Camilan Khas Tanjabbar yang Digemari Saat Lebaran
Manfaatkan udang segar, Nurmia menghasilkan Kerupuk Kayu Api yaitu kerupuk udang dengan bahan utama udang segar.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-Hasil laut di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi potensi yang dimanfaatkan masyarakat sebagai mata pencaharian. Manfaatkan udang segar, Nurmia menghasilkan Kerupuk Kayu Api yaitu kerupuk udang dengan bahan utama udang segar.
Diungkapkan oleh Mia, dalam satu kali produksi Ia bisa menghabiskan 50 kilo gram udang segar. Sementara itu dalam satu bulan Ia memproduksi sebanyak 20 kali produksi. Untuk satu bulan Ia bisa menjual sebanyak lebih kurang 1.500 kilo gram Kerupuk Kayu Api. Bahkan diungkapkan oleh Mia, berat ini akan bertambah ketika Ramadan dan Lebaran.
• WIKIJAMBI Kletek Udang, Jajanan Khas Tungkal yang Dibuat dari Udang Asli
• Daftar Nama Napi Koruptor yang Bakal Bebas karena Virus Corona Covid-91, Termasuk Setya Novanto?
"Biasanya satu bulan kita produksi sampai 20 kali. Satu kali produksi kan pakai udang sampai 50 kilo. Itu bisa nambah tergantung pesanan, kalau untuk bulan Ramadan bisa lebih banyak yang dijual," ungkapnya.
Untuk satu bungkus Kletek dengan berat 250 gram dijual dengan harga Rp 12 ribu. Namun, harga ini akan berbeda jika masyarakat membeli dengan jumlah yang banyak. Sementara itu, Kerupuk Kayu Api juga telah dipasarkan ke luar Provinsi Jambi.
"Untuk saat ini langganan tetap ada di Jambi, Kampung Laut, Sabak. Kalau penjualan sudah sampai ke Kudus, Padang, Palu, Papua, dan provinsi lain. Tidak hanya di rumah. Kita punya penjualan di situs penjualan online, jadi semua bisa pesan," ungkapnya.
Untuk masyarakat yang ingin mencoba Kerupuk Kayu Api atau Kletek bisa menghubungi 082186742100 atau datang ke Alamat Jalan Bawal, Rt 04 Kelurahan Kampung Nelayan, Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/04042020_kletek-udang-tungkal.jpg)