Masih Ditagih Debt Collector Soal Cicilan? Ini kata Jokowi: Bulan April Ini Sudah Efektif!

Presiden Jokowi pun mengingatkan bank atau pun industri keuangan non bank untuk tidak mengejar-ngejar cicilan.

Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM - Wabah virus corona kini membuat pemerintah pusat memgambil sejumlah kebijakan.

Satu diantara kebijakan itu yakni penangguhan soal cicilan kendaraan khususnya bagi pengemudi ojek dan sopir taksi yang berlaku efektif bulan April ini.

Hal ini sebelumnya sudah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Selasa (31/3/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Presiden Jokowi juga sudah mengonfirmasi langsung hal tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Sudah saya konfirmasi ke OJK dimulai bulan April ini sudah efektif," kata Jokowi.

Jokowi juga memastikan bahwa Peraturan OJK yang mengatur tentang penangguhan kredit ini sudah rampung, yakni POJK Nomor 11/POJK.03/2020.

Peraturan itu mengatur soal relaksasi kredit bagi seluruh usaha kecil menengah sejumlah sektor yang mempunyai hutang di bawah Rp 10 Miliar.

Relaksasi diberikan bagi masyarakat yang mata pencahariannya terdampak Virus Corona.

"Saya juga sudah menerima peraturan OJK ini khusus berkaitan kredit tadi, artinya bulan April ini sudah bisa berjalan," kata dia.

DISINFEKTAN Berbahaya Jika Disemprotkan ke Tubuh Manusia, Ini Alternatif Direkomendasikan Dokter

LIMA Tips Ampuh Mengurangi Dehidrasi saat Puasa Ramadan, Hindari Minum Teh & Kopi saat Sahur

Imbas Corona, Sri Mulyani: Rupiah Bisa Tembus Rp17.500 - Rp20.000, Pemerintah Tetap Jaga Ekonomi

Panduan Pengurusan Jenazah Covid-19 untuk Muslim Sesuai Fatwa MUI, Boleh 1 Liang Lahat.

Kebijakan relaksasi kredit ini sebelumnya diumumkan Presiden Jokowi pada Selasa (24/3/2020).

Menurut Jokowi, relaksasi ini juga berlaku bagi pengendara ojek, supir taksi hingga nelayan yang memiliki cicilan kendaraan.

Jokowi pun mengingatkan bank atau pun industri keuangan non bank untuk tidak mengejar-ngejar cicilan.

"Bank dan industri keuangan non bank dilarang kejar-kejar angsuran apalagi menggunakan debt collector, itu dilarang," kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

okowi memastikan aparat kepolisian tidak akan segan-segan menindak industri keuangan yang melanggar ketentuan tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved