Angkutan Udara, Makanan, Minuman dan Tembakau Sumbang Deflasi di Kota Jambi Maret Ini

Dia menjelaskan, deflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada lima kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman...

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribun Batam/Argianto Da Nugraha
Sebanyak 245 WNI dari Wuhan, China, turun dari pesawat Batik Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020) pagi. Selanjutnya mereka akan dievakuasi ke Natuna menggunakan tiga pesawat milik TNI AU. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kota Jambi mengalami deflasi sebesar 0,65 persen pada Maret 2020.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Jambi, Wahyudin melalui live streaming youtube BPS Provinsi Jambi, Rabu (1/4/2020).

"Laju inflasi tahun kalender Kota Jambi sebesar 0,91 persen dan inflasi year on year Kota Jambi sebesar 2,64 persen," kata Wahyudin.

Dia menjelaskan, deflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada lima kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,93 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,18 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen.

Ternyata Masih Ada Kapal Penumpang di Pelabuhan RoRo Kuala Tungkal, Dishub Klaim Ini yang Terakhir

Padahal Sudah Diimbau Pemerintah, Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Muara Bungo

Fenomena Langit yang Bakal Terjadi Bulan April 2020, dari Supermoon Sampai Hujan Meteor Lyrids

Selanjutnya kelompok transportasi sebesar 1,22 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen.

Andil terbesar dalam pembentukan deflasi Kota Jambi berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,5734 persen. Kemudian disusul kelompok transportasi sebesar 0,1462 persen.

"Sedangkan komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya deflasi Kota Jambi pada Maret 2020 antara lain cabai merah, angkutan udara, bawang putih, beras, cabai rawit, minyak goreng, popok bayi sekali pakai diapers, ikan dencis, ikan nila dan kangkung," katanya.

Sama halnya dengan Kota Jambi, Kota Muara Bungo juga turut mengalami deflasi sebesar 0,56 persen.

Laju inflasi tahun kalender Kota Muara Bungo sebesar 0,53 persen, sedangkan inflasi year on year Kota Muara Bungo sebesar 2,43 persen.

"Deflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,01 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,75 persen," kata Wahyudin.

Dia menyebut, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya deflasi Kota Muara Bungo adalah cabai merah, angkutan udara, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, petai, kangkung, bayam, dan jengkol.

"Jika dibandingkan dengan inflasi antar kota IHK se-Sumatera kota Jambi berada di urutan 23 dengan IHK sebesar 103,99 dan Kota Muara Bungo berada pada urutan ke-22 dengan IHK sebesar 104,09 antarkota se-Sumatera," kata dia.

Wahyudin melanjutkan, dari 24 kota se-Sumatera yang menghitung IHK, 10 kota mengalami inflasi. Sedangkan 14 kota lainnya mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,64 persen dan terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,79 persen dan terendah di Kota Padang sebesar 0,02 persen,"pungkasnya.

(Tribunjambi.com/ Fitri Amalia)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved