Ajukan PK, Asiang Minta Dibebaskan

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi menggelar sidang peninjauan kembali atas pengajuan Joe Fandy Yoesman als Asiang, terdakwa kasus suap ketuk palu

Tribunjambi/Jaka HB
Asiang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jambi untuk kasus suap ketuk palu beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi menggelar sidang peninjauan kembali atas pengajuan Joe Fandy Yoesman als Asiang, terdakwa kasus suap ketuk palu pengesahan RAPBD Tahun 2018. Sidang berlangsung online pada Selasa (31/3/2020).

Persidangan yang dipimpin Yandri Roni selaku ketua majelis hakim ini digelar secara daring.

Sidang digelar secara online menggunakan aplikasi video telekonference. Dimana terdakwa Asiang mengikuti sidang dari Lapas Kelas IIA Jambi, sementara kaksa pentuntut KPK juga tidak berada di ruang sidang.

Ilham Kurniawan, penasehat hukum terdakwa mengatakan pengajuan sidang peninjauan kembali itu atas putusan majelis hakim Pegadilan Tipikor Jambi Nomor: 26/Pid.sus-TPK/2019/PN.Jmb tanggal 10 Desember 2019 atas sama Joe Fandy Yoesman Als Asiang.

Merasa Tak Bersalah, Asiang Ajukan PK Kasus Suap Ketuk Palu

Satu Pasien di Kerinci Positif Corona, 30 Tenaga Medis RSU MHA Thalib Kerinci Lakukan Rapid Test

VIDEO Identitas Pasien 02 Positif Corona di Jambi Diungkap

Ada beberapa novum yang diajukan pada sidang peninjauan kembali itu.

Pertama, perbuatan pemohon peninjauan kembali yang meminjamkan uang kepada saksi Arfan, mantan PLT Kelapa Dinas PUPR Provinsi Jambi bukanlah perbuatan pidana melainkan perbuatan perdata.

Kedua tidak ada niat jahat (mens rea) dari kliennya untuk memberikan uang ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Inisatif itu kata Ilham Kurniawan berasal dari pimpinan DPRD Provinsi Jambi. Sebagai mana dalam putusan majelis hakim di halaman 426 pada pertimbangan hal meringankan menyebutkan bahwa tidak ada niat jahat dari Asiang untuk melakukan perbuatan suap.

Pada kesimpulan pengajuan PK itu Ilham menyebut agar majelis hakim peninjauan kembali Mahkamah Agung RI meninjau kembali dan memberikan putusan seadil-adilnya.

"Pada intinya memohon agar dilepaskan dari segala tuntutan hukum dan dibebaskan dari tahanan," ujar Ilham.

Sidang Peninjauan Kembali akan kembali digelar dua minggu selanjutnya dengan agenda mendengar jawaban dari jaksa penuntut KPK. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved