Berita Sarolangun
RSUD HM Chatib Quzwain Sarolangun Jadi Tempat Rujukan Pasien Suspect Covid-19, Ada 7 Ruang Isolasi
“Obat sudah kita siapkan, apabila nanti dibutuhkan, kita bisa langsung melakukan pengobatan," kata dr Bambang, Direktur RSUD HM Chatib Quzwain Sarolan
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
RSUD HM Chatib Quzwain Sarolangun JadiTempat Rujukan Pasien Suspect Covid-19, Ada 7 Ruang Isolasi
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Chatib Quzwain Sarolangun ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien suspect Covid-19.
Dalam kesiapannya, seperti penyediaan ruang isolasi, peralatan dan obat untuk pasien sudah dilengkapi.
Pihak rumah sakit saat ini telah menyediakan tujuh ruang isolasi pasien dan peralatan lengkap serta obat-obatan yang dibutuhkan dalam menangani pasien.
“Obat sudah kita siapkan, apabila nanti dibutuhkan, kita bisa langsung melakukan pengobatan," kata dr Bambang, Direktur RSUD HM Chatib Quzwain Sarolangun.
• Ratusan Orang di Sarolangun Masuk Daftar ODP Covid-19, Delapan Diantaranya TKI dari Malaysia
• Pasien Virus Corona di Jambi Tidak Bertambah, Secara Nasional Sudah 790 Orang Terinfeksi Covid-19
• Dampak Corona, Pemkab Bakal Pulangkan Siswa SMK Tanjabtim yang Magang ke Pulau Jawa
Beberapa ruang isolasi itu sudah dilengkapi dengan alat medis atau Alat Penlindung Diri (APD).
Penanganan suspect corona di RSUD HM Chatib Quzwain Sarolangun yang sifatnya hanya sementara.
Jika dalam pemeriksaan pasien dinyatakan positif Corona, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang ada di Jambi sesuai peraturan gubernur.
Mengenai sarana dan prasarana atas perlengkapan perlindungan diri untuk masyarakat, pihaknya juga menggandeng dinas kesehatan untuk ketersediaan masker di setiap Puskesmas.
"Insya Allah cukup, sementara ketersediaan bukan untuk umum, untuk pencegahan virus corona di Sarolangun saat ini pihak Dinkes berusaha menambah ketersediaan," katanya.
"Mengingat harganya naik signifikan dari kisaran Rp 50 ribu per kotak, menjadi Rp 300 ribu hingga ada yang capai kisaran Rp 500 ribuan per kotak," jelasnya.
(Tribunjambi.com/ Wahyu Herliyanto)