Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Marilyn Monroe, Dunia Militer, Politik dan 'Kedekatannya' dengan Presiden Soekarno

Sebelum terjun ke dunia aktris, ternyata Marilyn Monroe pernah berada di dunia militer. Pada wal Perang Dunia II, Marilyn Monroe bekerja di sebuah pab

Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @marilynmonroe
Marilyn Monroe 

Marilyn Monroe, Dunia Militer, Politik dan 'Kedekatannya' dengan Presiden Sorkarno

TRIBUNJAMBI.COM - Sebelum terjun ke dunia aktris, ternyata Marilyn Monroe pernah berada di dunia militer.

Marilyn Monroe nama lahir adalah Norma Jeane Mortenson, lahir 1 Juni 1926 dan meninggal 5 Agustus 1962 pada umur 36 tahun.

Pada wal Perang Dunia II, Marilyn Monroe bekerja di sebuah pabrik pesawat militer.

Pada saat berada di pabrik, seorang fotografer melihat sisi entertaint pada diri Norma Jeane.

Marilyn Monroe
Marilyn Monroe (Instagram @ marilynmonroe)

Dari sinilah awal karier Marilyn Monroe di dunia keartisan.

Dan dia pun akhirnya menjadi model dan aktris. Setelah populer sebagai aktris, dia bernama Merilyn Monroe. Tentara Stars & Stripes menjulukinya sebagai "Miss Cheesecake" pada tahun 1951.

Meski merasa terganggu saat bulan madu bersama suami kedua Joe DiMaggio untuk mengunjungi pasukan di Korea pada Februari 1954, dia tetap berterima kasih kepada para fans-nya.

Pesona & Kecantikan Marilyn Monroe, Aktris Legendaris Tak Tergantikan

BREAKING NEWS Presiden Jokowi: Nanti Sore RS Darurat untuk Corona di Wisma Atlet Bisa Dipakai

Namun dia meraih kesuksesan besar dengan melakukan 10 pertunjukan dalam empat hari dengan mengenakan gaun unggu berkilaunya dihadapan para tentara militer di Korea itu.

"Ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku. Aku tidak pernah merasa seperti bintang sebelumnya," tutur wanita yang lahir pada 1 Juni 1926 itu.

Marilyn Monroe dan Politik

Hubungan erat dengan militer, dan berujung pada perceraian pada tahun 1961, bukan satu-satunya hal yang menjadikan Marilyn Monroe sadar politik.

Bersama Shelley Winters, Monroe menghadiri unjuk rasa untuk memprotes pelanggaran kebebasan sipil yang disebabkan oleh semangat anti-komunis.

Selain itu, Monroe juga pernah dihukum karena membaca buku "Radikan" yang berisi biografi Muckraker Lincoln Steffens saat berada diadegan film.

Setelah itu, lahir dari pandangan yang lebih progresif pada ras, Monroe akhirny amenjadi aktivis pembela hak-hak sipil.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved