Jumat, 5 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Gempa Bumi

37 Gempa Bumi Susulan Guncang Bali dan Lombok, Begini Penjelasan BMKG!

BMKG merilis 37 kali gempa susulan terjadi di Wilayah Samudera Hindia Selatan Bali, Minggu (22/3/2020) pukul 16.00 WIB.

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
grafis tribun
data fakta gempa lombok 

TRIBUNJAMBI.COM - BMKG merilis 37 kali gempa bumi susulan terjadi di Wilayah Samudera Hindia Selatan Bali, Minggu (22/3/2020) pukul 16.00 WIB.

Peristiwa gempa bumi tektonik ini bermagnitudi mulai dari 5,2 hingga magnitudo 2,9.

Dikabarkan gempa bumi tektonik susulan kembali mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Bali.

CATAT! Klorokuin Dipakai Untuk Mengobati Pasien Covid-19, Penggunaannya Harus Disertai Resep Dokter

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki parameter awal dengan magnitudo M=5,2 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M=5,0.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc dalam keterangan tertulisnya, menyebutkan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10.96 LS dan 115.16 BT.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 256 kilometer arah Selatan Kota Denpasar, Bali pada kedalaman 10 kilometer.

Andrea Dian Umumkan Terjangkit Virus Corona, Sempat Sakit DBD Hingga Jalani Opname

Rahmat juga menjelaskan bahwa, jika memperhatikan lokasi episenter, kedalaman, dan mekanisme sumbernya, tampak bahwa gempa yang terjadi masih merupakan rangkaian gempa susulan dari gempa utama dengan magnitudo M=6,3 pada 19 Maret 2020 pukul 00.45.38 WIB.

Sementara itu, dampak dari guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Lombok Barat, Mataram dan Bali dengan skala intensitas II-III MMI.

Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut," kata dia.

Kendati demikian, hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Detik-detik Janda Muda dan Anak di Banyuasin Tewas Dibunuh Pria Berpenutup Sarung Tengah Malam

Apa yang sedang terjadi?

Dijelaskan oleh Rahmat, gempa ini memiliki mekanisme patahan turun (normal fault) dengan deformasi batuan terjadi pada bidang tekukan Lempeng Indo-Australia yang mengalami gaya tarikan lempeng (ekstensional).

Di zona ini, slab lempeng samudra Indo-Australia “mulai” menunjam dan menekuk ke bawah lempeng benua Eurasia di Selatan Bali.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved