Virus Corona

Dalam 24 Jam, 475 Warga Italia Meninggal Dunia Akibat Virus Corona Tertinggi Setelah China

Korban meninggal dunia akibat virus corona di Italia terus mengkhawatirkan jumlahnya

Editor: Heri Prihartono
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Korban meninggal dunia akibat virus corona di Italia terus mengkhawatirkan jumlahnya

Kamis (19/3/20209), Italia mencatatkan jumlah tertinggi kematian akibat virus corona resmi dengan jumlah 475 kematian hanya dalam 24 jam.

Dikutip Wartakotalive.com dari dailymail.co.uk, Italia kini telah menyalip China sebagai negara dengan kematian terbanyak coronavirus setelah menderita 427 lebih banyak kematian, menjadikan jumlah totalnya menjadi 3.405.

Baik jumlah korban tewas dan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 41.035 kasus. Ini  lebih dari setengah dari kasus positif dunia.

kasus COVID-19 di Italia semakin tinggi tingkat kematiannya

Padahal, Italia sudah melakukan lockdown nasional untuk memperlambat penyebaran virus corona

Menurut peta virus Universitas Johns Hopkins, China pada Kamis mencatat ada 3.249 tewas, 156 lebih sedikit dari Italia.

Sementara itu jumlah kasus harian di Italia cukup stagnan pada awal minggu ini, turun menjadi sekitar 3.500 pasien baru per hari.

Peningkatan pada Selasa dalam penghitungan keseluruhan adalah 12,6 persen, tingkat terendah kedua sejak virus mulai menyebar di Italia pada 21 Februari 2020, menawarkan harapan bahwa lockdown itu membuahkan hasil bahkan ketika angka kematian naik 345 menjadi 2.503.

Orang Italia telah diperintahkan untuk tinggal di dalam rumah, dengan sekolah dan universitas tutup, toko-toko tutup kecuali untuk toko kelontong dan apotek, dan pembatasan perjalanan yang ketat.

Kunjungan Tim Palang Merah China mengkritik kegagalan orang Italia untuk karantina sepenuhnya dan melakukan lockdown nasional secara serius.

Itu terjadi ketika sebuah laporan Sky News yang mengejutkan menunjukkan kesibukan di dalam rumah sakit Papa Giovanni XXII di daerah yang terkena krisis di Bergamo di Lombardy, dengan staf bergegas melewati bangsal dengan tempat tidur yang penuh dengan pasien.

Truk Militer angkut peti mati

Sementara itu truk militer dikerahkan di seluruh Italia untuk mengangkut puluhan peti mati para korban untuk dikremasi karena rekaman yang mengerikan juga muncul dari pasien-pasien yang diletakkan di ranjang rumah sakit di sepanjang koridor unit perawatan intensif di Bergamo.

Krisis ini menggarisbawahi bagaimana layanan kesehatan di Italia utara telah dilanda oleh pandemi, dengan dokter menggambarkan rumah sakit dalam krisis dan banyak petugas medis yang bekerja dari tenda darurat.

Wilayah yang paling parah terkena dampak Covid-19 termasuk Bergamo, mengatakan, para dokter dan perawat di rumah sakit di wilayah itu berada pada batas kemampuan mereka.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved