Virus Corona
Sosok Pasien Pertama Virus Corona di Wuhan China Ditemukan, Peneliti Lacak Sumber Virus Covid-19
Sosok Pasien Pertama Virus Corona di Wuhan China Ditemukan, Peneliti Lacak Sumber Virus Covid-19
Sosok Pasien Pertama Virus Corona di Wuhan China Ditemukan, Peneliti Lacak Sumber Virus Covid-19
TRIBUNJAMBI.COM - Setelah dunia digegerkan dengan mewabahnya virus corona, pasien pertama virus corona di Wuhan pun juga ditemukan, peneliti telusuri sumber Covid-19.
Meski Kota Wuhan, China yang menjadi tempat pertama pembawa virus corona telah kembali pulih, peneliti tak berhenti meneliti tentang sumber corona.
Tentu saja, pasien pertama yang membawa virus corona menjadi objek yang paling penting untuk diketahui.
Salah satu yang dilakukan adalah dengan melacak pasien pertama virus SARS-CoV-2.
• Malaysia Lockdown 2 Minggu karena Virus Corona, Sebelumnya 6 Negara Ini Sudah Lakukan Lebih Dulu
• Update Rabu Siang Korban Virus Corona 19 Meninggal dan 227 Positif Terinfeksi, Ini Sebarannya
• Cegah Virus Corona dengan Semprot Disinfektan, Sebenarnya Apa Disinfektan? Berbahayakah bagi Tubuh?
Sebelumnya ilmuwan mencurigai kalau virus tersebut berasal dari kelelawar yang melompat ke hewan lain, selanjutnya menularkan ke manusia. Namun kini virus corona telah menyebar di antara orang-orang tanpa perantara hewan.

Itu mengapa jika peneliti dapat melacak kasus paling awal, mereka mungkin dapat mengidentifikasi hewan inang tempat virus bersembunyi.
Selain itu, peneliti juga butuh memahami bagaimana penyakit ini menyebar dan menentukan kasus yang tak terdokumentasi berkontribusi terhadap penularannya akan sangat meningkatkan pemahaman tentan ancaman virus ini.
Dan kini berdasarkan data yang diperoleh South Morning China Post, kasus pertama pertama virus corona berhasil terlacak.
Seorang individu berusia 55 tahun yang berasal dari provinsi Hubei, China disebut menjadi orang pertama yang terjangkit Covid-19. Kasus tersebut menurut data tercatat pada 17 November 2019, atau sebulan lebih awal dari catatan dokter di Wuhan.
Setelah terjadi kasus 17 November 2019, sekitar satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari. Pada 15 Desember, total infeksi mencapai 27.
Kasus harian tampaknya telah meningkat setelah itu, dengan jumlah kasus mencapai 60 pada 20 Desember 2019.
Dokter di China baru menyadari jika mereka sedang menghadapi penyakit baru akhir Desember 2019.
Pada 27 Desember 2019, Zhang Jixian, seorang dokter dari RS Pengobatan Terpadu China dan Barat China Provinsi Hubei memberi tahu otoritas kesehatan bahwa penyakit disebabkan oleh virus corona baru.
Saat itu, lebih dari 180 orang telah terinfeksi.
• Pernah Semobil dengan Menhub Budi Karya, Begini Kondisi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Terkini
• Update Rabu Siang Korban Virus Corona 19 Meninggal dan 227 Positif Terinfeksi, Ini Sebarannya
• Wakil Bupati Tebo, Syahlan Hadiri Rakor Komunikasi Penanganan Covid-19
Meski pasien kasus 17 November 2019 ini telah terindentifikasi, masih ada keraguan benarkan individu tersebut benar menjadi orang pertama yang terjangkit.