Berita Tanjab Barat

Masyarakat Desa Bram Itam Kanan Datangi Kantor Desa, Pertanyakan Nikah Siri Oknum Perangkat Desa

Dalam kesempatan itu dijelaskan dari perwakilan masyarakat bahwa masyarakat Desa Bram Itam Kanan meminta penjelasan terhadap kepala desa terkait...

Tribunjambi/Samsul Bahri
Sejumlah masyarakat di Desa Bram Itam Kanandatang ke kantor Desa Bram Itam, Rabu (18/3/2020). 

Masyarakat Desa Bram Itam Kanan Datangi Kantor Desa, Pertanyakan Nikah Siri Oknum Perangkat Desa

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Sejumlah masyarakat di Desa Bram Itam Kanan, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) datang ke kantor Desa Bram Itam, Rabu (18/3/2020).

Kedatangan sejumlah masyarakat ini meminta kejelasan terhadap kasus yang telah bergulir terkait dengan seorang perangkat desa yang melakukan nikah siri.

Adapun kehadiran masyarakat ini disambut oleh Kepala Desa Bram Itam Kanan.

Dalam kesempatan itu dijelaskan dari perwakilan masyarakat bahwa masyarakat Desa Bram Itam Kanan meminta penjelasan terhadap kepala desa terkait dengan dugaan kasus nikah siri yang dilakukan oleh oknum perangkat desa.

Update Resmi Ranking BWF Terbaru, Gelar All England Open 2020 Bawa Praveen/Melati Mendekati 3 Besar

Rumah Sakit Kolonel Abunjani Bangko Siapkan Ruangan Isolasi Untuk Pasien Corona

Surat Edaran Dikeluarkan, Waktu Kunjungan Rawat Inap RSUD H Hanafie Bungo Ditiadakan, Kecuali Kritis

"Kasus ini berjalan lama dan saya ingin mempertegas terhadap kasus ini sampai di mana. Kalau ngambang tolong kasih tahu," ungkap Pendi perwakilan warga.

Ia kembali menerangkan bahwa perangkat desa yang dimaksud diduga melakukan nikah siri.

Sementara yang bersangkutan masih berstatus istri orang. Sedangkan orang yang menikahi oknum tersebut diduga juga masih berstatus suami orang.

"Hal yang dilakukan mereka ini menyalahi adat, sebagai seorang pejabat negara. Perbuatan yang dilakukan ini juga menimbulkan keresahan dan gejolak di dalam masyarakat," terangnya.

"Kalau kita kinerja dia sangat apresiasi penghargaan, tapi dengan yang dilakukan saat ini tidak benar. Karena dia sebagai pejabat negara, melakukan pernikahan ini karena masih belum ada pengakuan kalau dia itu janda," sambungnya.

Terhadap hal tersebutlah pihaknya mempertanyakan kejelasan dari kejadian tersebut.

Pasalnya hasil rapat yang dilakukan dan diserahkan kepada pihak desa tersebut sudah berjalan selama lebih dari satu bulan.

"Jadi disini kami menanyakan apakah yang bersangkutan di berhentikan atau tidak. Alasannya kenapa," tegasnya.

(Tribunjambi.com/Samsul Bahri)

Penulis: samsul
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved