Penerima BPNT di Kerinci Muntah-muntah, Terima Bantuan Ayam Busuk

Keluarga penerima manfaat (KPM) Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Kerinci mengalami kejadian yang mengejutkan.

Tribun Jambi/Darwin Sijabat
ilustrasi ayam potong. 

Penerima BPNT di Kerinci Muntah-muntah, Terima Bantuan Ayam Busuk

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Keluarga penerima manfaat (KPM) Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Kerinci mengalami kejadian yang mengejutkan. Mereka muntah-muntah setelah menerima bantuan berupa daging ayam.

Informasi yang didapatkan, penerima mendapatkan ayam busuk dan tidak layak konsumsi. Diketahui saat kantong ayam dibuka mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.

Hal itu diperkirakan, ayam tersebut sudah tersimpan selama beberapa hari sebelum dibagikan.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang penerima BPNT yang tak mau disebutkan namanya. Ia mengatakan, bahwa ayam busuk dari BNPT tersebut ditemukan di beberapa desa dalam wilayah Kabupaten Kerinci.

BREAKING NEWS Bekas Mobil Dinas Ayah Zumi Zola Dilelang Rp 91 Juta, Begini Cara Belinya

Antisipasi Corona, Pemprov Jambi Batalkan Kegiatan Penyampaian LHP BPKP Tahun 2019

Dosen di Jambi Ajak Guru Tinggalkan Zona Nyaman

Diceritakannya, ia sudah satu hari menunggu antrean pengambilan BPNT, namun tak kunjung didapatkan dikarenakan banyaknya warga yang mengantre. Namun sayangnya, saat pas antrean didapat, BNPT yang ia terima yakni berupa telor, wartel, dan ayam.

"Namun malah dapat ayam busuk," kesalnya.

Dirinya juga mengeluhkan, dengan tidak efesiennya dalam penyaluran BPNT. Pasalnya, beberapa desa lokasi pengambilannya hanya di satu warung. Sehingga, terjadi antrean berhari-hari sehingga banyak bantuan yang rusak dan busuk.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Dinas Sosial Kerinci, Samardin, dikonfirmasi mengatakan jika terdapat barang BPNT yang disalurkan rusak. Maka penerima bantuan, berhak untuk mengembalikan dan meminta ganti.

"Kalau ada barang rusak atau busuk, kembalikan, minta ganti. Bahkan laporkan ke Dinas, sehingga nantinya akan dievaluasi," tegas Samardin.

Dijelaskan Samardin, bahwa BPNT merupakan bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di E-warong Kube PKH atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan bank.

"Ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu," katanya.

Dijelaskannya, bahwa pelaksanaan program BPNT memiliki fungsi yang tidak berbeda dengan bansos Rastra. Yakni untuk memberikan bantuan pangan terhadap masyarakat.

"Hanya dalam implementasinya penerimaan bantuan mengunakan kartu untuk kemudian ditukarkan dengan bantuan pangan," jelasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved