Dosen di Jambi Ajak Guru Tinggalkan Zona Nyaman

Tribunjambi/Nurlailis
Melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi para guru MGMP se-KKM MTsN 2 dan MTsN 8 Muaro Jambi dilatih modul 1 Program PINTAR Tanoto Foundation. 

Dosen di Jambi Ajak Guru Tinggalkan Zona Nyaman

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi para guru MGMP se-KKM MTsN 2 dan MTsN 8 Muaro Jambi dilatih modul 1 Program PINTAR Tanoto Foundation.

Guru harus berani melakukan suatu proses perubahan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Diharapkan guru meninggalkan pembelajaran monoton. 

”Istilahnya adalah mari kita tinggalkan zona nyaman. Kita semua berharap, semua guru yang telah mengikuti diseminasi dapat menerapkan pelatihan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” tutur Fibrika Rahmat Basuki, fasilitator LPTK yang juga dosen Universitas Jambi, Selasa, (17/3).

Warga Sarolangun Dikabarkan Suspect Corona Karena Sesak Napas, Pihak RSUD Tunggu Hasil Labor

Begini Kondisi Terbaru Menhub Budi Karya Sumadi Setelah Dinyatakan Positif Virus Corona!

Corona Mewabah, Begini Cara Rektor Unja Rapat dengan Dewan Pengawas Tanpa Haru Tatap Muka

Kegiatan yang dilaksanakan di MTs Al-Ihsaniyah Sarang Burung Muaro Jambi diikuti oleh 133 guru MTs dari 9 MTs Negeri dan Swasta di Muaro Jambi seperti MTsN 2 Muaro Jambi, MTsN 8 Muaro Jambi, MTs Jauharul Islam, MTs Jauharul Iman, MTs Tarbiyatul Islamiyah, MTs Riyadul Aminah, MTs Nurul Ihsan, MTs Al-Ihsaniyah, dan MTs Nurul Huda. 

Selama tiga hari peserta diberikan pelatihan mengenai salah satu dari sekian banyak model pembelajaran aktif yaitu MIKiR yang merupakan singkatan dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi, pengembangan pertanyaan produktif, imajinatif, dan terbuka, pengelolan lingkungan belajar, budaya baca, dan praktik mengajar. 

Syaira Wenni Roza, guru IPS MTs Jauharul Islam mengatakan pelatihan ini sangat berbeda dengan pelatihan yang pernah diikuti. 

“Fasilitator langsung memodelkan pembelajaran aktif dalam penyampaian materi pembelajaran MIKiR. Peserta juga langsung praktik menerapkan pembelajaran aktif MIKiR di kelas, anak-anak sangat senang dan terlibat aktif dalam pembelajaran,” ujar Syaira.

Kualitas hasil belajar siswa salah satunya sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang dihadirkan guru di dalam kelas. Sebab itu, untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, guru perlu mengembangkan keprofesian berkelanjutan, salah satunya melalui pelatihan ini.