Karyawan Twitter di Seluruh Dunia Diwajibkan Kerja dari Rumah, Cegah Penyebaran Virus Corona
Karyawan Twitter di Seluruh Dunia Diwajibkan Kerja dari Rumah, Cegah Penyebaran Virus Corona
Karyawan Twitter di Seluruh Dunia Diwajibkan Kerja dari Rumah, Cegah Penyebaran Virus Corona
TRIBUNJAMBI.COM - Meluasnya wabah corona, terpaksa membuat Twitter mengambil kebijakan khusus.
Lewat blog resminya, Twitter menyampaikan kebijakan untuk semua karyawannya agar bekerja di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Bahkan, perusahaan yang bermarkas di San Francisco, California, Amerika Serikat itu tak hanya karyawan Twitter yang berlokasi di Amerika Serikat, melainkan semua karyawan di dunia, baik pegawai kontrak, freelance, atau tetap yang harus bekerja di rumah.
• Dramatis! Praveen/Melati Melaju ke Semifinal All England 2020, Sempat Tertinggal di Set Pertama!
• VIDEO: Tagar #Kabah Ramaikan Twitter, Lihat Kondisi Masjidil Haram Terkini, Syaikh Sudais Komentar
"Prioritas utama kami adalah kesehatan dan keselamatan karyawan kami. Kami sekarang menginformasikan bahwa semua karyawan Twitter di seluruh dunia harus bekerja dari rumah," ujar pihak Twitter.
• Seorang Pasien Virus Corona di Solo Meninggal Dunia, Tak Ada Riwayat ke Luar Negeri
• Gubernur Ganjar Pranowo Ungkap 2 Pasien Positif Virus Corona di Jateng, 1 Orang Meninggal Dunia
Selain itu, Twitter juga akan menanggung seluruh biaya tambahan yang dibebankan pada karyawannya selama mereka bekerja dari rumah.
Contohnya adalah biaya untuk membangun ruangan kerja dan perangkat komputer, hingga biaya tambahan untuk penitipan anak (daycare).
Twitter juga membuka #FlockTalk bagi para karyawannya yang ingin mencurahkan isi hatinya terkait masalah atau ketakutan yang melanda mereka terkait wabah virus corona.
Kebijakan terbaru Twitter ini menambah daftar perusahaan teknolgi yang mewajibkan karyawannya bekerja dari rumah sebagai upaya antisipasi persebaran wabah virus corona.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TheVerge, Jumat (13/3/2020), beberapa perusahaan raksasa lain seperti Facebook, Amazon, Lyft, Apple, hingga Google telah lebih dulu mempersilakan karyawannya untuk bekerja dari rumah.
Namun, berbeda dengan Twitter, beberapa dari perusahaan tersebut, seperti Amazon dan Google, hanya menerapkan kebijakan bekerja dari rumah di beberapa kawasan saja, alias tidak merata secara global.
Sebelumnya, Twitter juga hanya "menyarankan" ribuan karyawannya bekerja dari rumah. Sejumlah karyawan yang bekerja di kantor pusat Twitter di San Francisco, bahkan masih harus mengantor karena beberapa pekerjaan disebut kurang ideal untuk dilakukan dari jarak jauh.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cegah Penyebaran Corona, Semua Karyawan Twitter Wajib Kerja dari Rumah, https://www.tribunnews.com/techno/2020/03/13/cegah-penyebaran-corona-semua-karyawan-twitter-wajib-kerja-dari-rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/twitter-mengambil-kebijakan-agar-seluruh-karyawannya-bekerja-di-rumah.jpg)