Breaking News:

62 Orang Berlakukan Karantina Mandiri 14 Hari, Pasca Dipastikan Kontak dengan Pasien Corona di Solo

62 Orang Berlakukan Karantina Mandiri 14 Hari, Pasca Dipastikan Kontak dengan Pasien Corona di Solo

TribunSolo.com/Ryantono Puji
Ruang isolasi jika ada pasien virus corona di RSUD dr Moewardi Solo, Senin (27/1/2020). Pasca kejadian, sebanyak 62 Orang Berlakukan Karantina Mandiri 14 Hari, Pasca Dipastikan Kontak dengan Pasien Corona di Solo 

62 Orang Berlakukan Karantina Mandiri 14 Hari, Pasca Dipastikan Kontak dengan Pasien Corona di Solo

TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 62 orang melakukan karantian mandiri, pasca dipastikan mereka telah melakukan kontak dekat dan kontak erat dengan pasien positif corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih mengatakan, karantina mandiri dilakukan selama 14 hari terhadap 62 orang tersebut.

Adapun ke-62 orang itu terdiri dari tenaga kesehatan ada 16 orang dari RS Dr Oen Kandang Sapi, tenaga kesehatan RS Dr Oen Solobaru ada 15 orang, Klinik Mojosongo ada 6 orang, keluarga pasien ada 12 orang di Kadipiro, kontak dekat pasien di Semanggi ada 6 orang dan karyawannya ada 7 orang.

Seorang Pasien Virus Corona di Solo Meninggal Dunia, Tak Ada Riwayat ke Luar Negeri

Cuma Karena tak Punya BPJS & Tak Ada Biaya ke Rumah Sakit, 5 Warga Belu, NTT Meninggal Karena DBD

Kejuaraan Sepakbola di Berbagai Negara Diberhentikan Karena Virus Corona, Bagaimana Liga 1 2020?

"Kita kan tidak tahu. Dengan dikarantina dia bisa istirahat, satu. Kedua, kalau terjadi infeksi kan bisa memutus. Istilahnya melokalisir. Mencegah ini kan lebih baik dari pada terlambat," kata Siti di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020).

Siti mengatakan pasien positif corona yang meninggal setelah dirawat isolasi RSUD Dr Moewardi Surakarta sudah dimakamkan di Magetan, Jawa Timur.

Hal tersebut karena hampir semua keluarga besar pasien tinggal di Magetan.

"Makanya kita koordinasi. Saya laporan ke Provinsi Jateng. Jadi antar provinsi laporan ke Jawa Timur," terang dia.

Siti menambahkan alasan karyawan pasien positif corona untuk karantina mandiri karena setiap hari mereka kontak erat dengan pasien tersebut.

"Karena dia karyawan. Lebih baik saya melindungi lebih tebal dari pada kebobolan," ungkapnya.

Selama karantina mandiri, jelas Siti, mereka tetap mendapat pantauan dari petugas Puskesmas. Mereka setiap hari diperiksa kesehatannya, meliputi suhu tubuhnya, maupun kondisi yang lainnya.

Sebelumnya, satu pasien yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Surakarta, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, saat dikonfirmasi mengenai hasil pemeriksaan pasien meninggal tersebut menyebutkan, hasil pemeriksaan yang bersangkutan menunjukkan positif Covid.

"Iya, terakhir kita ketahui bahwa hasilnya positif (Covid-19)," kata Yuri, menjawab pertanyaan apakah benar pasien tersebut positif Covid-19, ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (13/3/2020) pagi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kontak dengan Pasien Positif Corona di Solo, 62 Orang Karantina Mandiri", https://regional.kompas.com/read/2020/03/13/22035161/kontak-dengan-pasien-positif-corona-di-solo-62-orang-karantina-mandiri.

Editor: budi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved