Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

Benarkah Perokok Lebih Rentan Terjangkit Virus Corona? Begini Penjelasannya!

Beredar kabar jika golongan perokok lebih beresiko terkena virus corona, dibanding non perokok, benarkah?

Editor: Heri Prihartono
ist
19022018_stop merokok 

Oriza Sativa menjelaskan ada empat faktor yang melandasi seseorang dapat melakukan tindakan demikian.

"Menurut saya istilah panic buying tidak selalu tentang panic," kata Oriza Sativa dikutip TribunJakarta.com dari YouTube TV One.

"Saya menggunakan pedekatan atribusi sosial, bahwa sebetulnya yang melatari memborong atau menimbun tadi ada empat hal," ucapnya.

 

Ke empat faktor tersebut adalah, eksternal, internal, spontan, dan pertimbangan.

"Secara internal, eksternal, spontan, dan secara pertimbangan," jelasnya.

Oriza Sativa menjelaskan faktor internal bersumber dari pengetahuan suatu individu itu sendiri terhadap sebuah permasalahan.

Ia mencontohkan apabila seseorang memiliki pengetahuan soal efek virus corona, maka hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan sesuatu, misal memborong dan menimbun sembako hingga masker.

"Yang pertama mungkin orang melakukan itu baik itu menimbun atau memborong itu karena adanya pengetahuan-pengetahuan yang dia miliki," kata Oriza Sativa.

Oriza Sativa mengatakan faktor yang kedua adalah eksternal.

Perilaku seseorang memborong dan menimbum sembako dapat dipengaruhi dari informasi tak benar terkait virus corona yang didapatnya.

"Yang kedua faktor eksternal kita bisa terpengaruh karena orang lain juga karena berita-berita yang tidak benar," ucap Oriza Sativa.

Faktor ketiga adalah spontan, menurut Oriza Sativa satu dari empat orang dewasa di DKI Jakarta mengalami gangguan kecemasan.

Gangguan kecemasan tersebut memiliki gejala, salah satunya adalah mudah panik.

"Yang ketiga faktor spontan, kalau secara psikologi kita mengamati adanya kepanikan tadi, ini baru namanya panic buying," ujar Oriza Sativa.

"Kepanikan itu sendiri merupakan bagian dari kecemasan,"

"Sedangkan dari jurnal penelitian mengatakan satu dari empat orang dewasa terutama di kota besar, itu pasti menderita kecemasan,"

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved