Breaking News:

Dunia Sibuk Berantas Virus Corona, Perusahaan Ini Tawarkan Rp 65 Juta ke Orang yang Mau Terinfeksi

Dunia Sibuk Berantas Virus Corona, Perusahaan Ini Malah Tawarkan Rp 65 Juta untuk Orang yang Mau Terinfeksi

Editor: Tommy Kurniawan
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Dunia Sibuk Berantas Virus Corona, Perusahaan Ini Tawarkan Rp 65 Juta ke Orang yang Mau Terinfeksi 
 
 
TRIBUNJAMBI.COM - Dunia Sibuk Berantas Virus Corona, Perusahaan Ini Malah Tawarkan Rp 65 Juta untuk Orang yang Mau Terinfeksi
Seluruh dunia saat ini tengah beramai-ramai memerangi wabah virus corona.
Namun, tidak dengan perusahaan yang satu ini.

Sebab mereka justru membayar seseorang agar mau diinfeksi virus corona.

Saat dunia sedang memberantas wabah, perusahaan ini justru membayar orang senilai Rp 65 juta untuk diinfeksi virus corona.

Astaga, Dilaporkan Positif Virus Corona, PNS Ini Ternyata Sudah Terlanjur Mendonorkan Darahnya

Pembelaan Ustaz Maulana ke BCL Usai Dihina Tak Jalani Masa Iddah: Wanita Bukan Dikurung dalam Rumah!

4 Pernyataan Reino Barack Ini Jadi Bukti Sengaja Lepas Luna Maya, Kini Malah Berani Nikahi Syahrini

Dituding Sebagai Pelakor, Zaskia Gotik Kini Pacari Mantan Suami Imel Cahyati: Jangan Ditanya Lagi!


Perusahaan bernama Hvivo tersebut akan menerapkannya di laboratorium miliknya di Queen Mary BioEnterprises Innovation Center, Whitechapel, London.

Dilansir Daily Star, para ahli di Queen Mary BioEnterprises Innovation Center akan menginfeksi 24 orang sehat dengan dua strain virus, yakni OC43 dan 229E.

Kedua virus ini adalah jenis virus corona yang umum.

Meskipun percobaan akan menyebabkan gejala pernapasan ringan pada peserta, tetapi efek yang terjadi dilaporkan tidak akan separah COVID-19.

Percobaan yang melibatkan 24 peserta ini bukan cuma-cuma dan tanpa alasan.

Orang-orang yang rela untuk diinfeksi akan dibayar senilai 3.500 Poundsterling atau sekitar Rp 65 juta.

Para ilmuwan meyakini, percobaan ini dapat membantu menurunkan penyebaran virus corona dan menemukan vaksin yang efektif.

Selama studi, peserta akan diisolasi selama dua minggu.

Mereka akan diberi makanan terbatas.

Selain itu, mereka juga tidak akan dapat berolahraga atau melakukan kontak fisik dengan orang lain.

Para peserta akan menjalani serangkaian pemeriksaan selama waktu itu.

Pemeriksaan meliputi uji usap nasofaring dan tes darah.

Semua jaringan kotor yang terinfeksi virus juga akan dikumpulkan.

Nantinya, obat-obatan dan vaksin yang paling efektif akan digunakan pada pasien virus Corona sesungguhnya.

Para perawat dan dokter yang terlibat harus menggunakan pakaian pelindung dan ventilator saat bekerja di laboratorium.

Namun, sebelum percobaan dimulai, Hvivo perlu mendapatkan lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Inggris.

Sebab, 35 kandidat vaksin telah terdaftar oleh WHO, tanpa nama Hvivo tercantum.

Ditambah, percobaan ini adalah bagian dari perlombaan sedunia senilai 2 miliar US dolar (sekitar Rp 28,67 triliun) untuk menemukan vaksin virus yang mematikan, terutama untuk orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

Sebelumnya, perlombaan serupa pernah dimenangkan oleh Sanofi, perusahaan farmasi asal Perancis yang membuat vakin flu tahun 2019.

Sanofi mendapat imbalan senilai 1,6 miliar Poundsterling (sekitar Rp 29 triliun).

Oleh karena itu, Cathal Friel, Direktur Eksekutif perusahaan induk Hvivo, Open Orphan, mengatakan bahwa perusahaannya akan berada di garis depan untuk berjuang melawan wabah.

Selain Hvivo, para ilmuwan di Seattlre juga meminta sukarelawan sehat untuk berpartisipasi dalam percobaan selama 14 bulan.

Studi yang diluncurkan oleh Moderna Therapeutics tersebut akan dimulai pada akhir April 2020.

The Wall Street Journal melaporkan, para peserta tidak perlu dikarantina.

Peserta akan menerima bayaran sekitar 1.100 US dolar atau sekitar Rp 15 juta atas partisipasinya.

(Tribunnews.com/Citra Agusta Putri Anastasia)
 
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved