Kondisi Kosong Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Pascaditutup, Persiapan Sterilisasi Cegah Corona
Kamis (5/3/2020) Arab Saudi mengumumkan bahwa Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah akan ditutup.
Kondisi Kosong Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Pascaditutup, Persiapan Sterilisasi Cegah Corona
TRIBUNJAMBI.COM-Kamis (5/3/2020) Arab Saudi mengumumkan bahwa Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah akan ditutup.
Penutupan Masjid akan dilaksanakan satu jam setelah salat Isya hingga satu jam sebelum salat Subuh setiap harinya.
Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terbaru untuk risiko penyebaran virus corona di Arab Saudi.
Sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi telah resmi menangguhkan semua kegiatan Umrah pada Rabu (26/2/2020) karena khawatir dengan penyebaran virus corona.
Pihak berwenang mengosongkan Masjidil Haram sebagai persiapan untuk sterilisasi, setelah penangguhan kunjungan Umrah pekan lalu.
• Suasana Mulai Kondusif Setelah Perang Antar Suku Tewaskan 6 Orang di Flores
• Daftar Film Mila Karmila sejak 1961 s/d 2010, Aktris Senior Indonesia Meninggal di Usia 77 Tahun
• Ternyata Bukan Dul Jaelani atau Azriel Hermansyah, Pacar Tiara Idol Sebenarnya Disinggung Sosok Ini
Dilansir dari arabnews.com, seorang pejabat Saudi mengatakan bahwa operasi pembersihan Masjidil Haram adalah sebuah tindakan sementara, yang sebelumnya belum pernah terjadi dan dilakukan.
Namun, lantai atas tetap dibuka untuk ibadah salat.
Pada Kamis (5/3/2020) beredar sebuah video di media sosial yang menunjukkan Mataf, tempat jamaah Haji dan Umrah mengelilingi Ka’bah, terlihat sepi dan kosong.
Daerah Mataf dan daerah di antara bukit Safa dan Marwah di mana jamaah Haji dan Umrah melakukan ritual yang disebut Sa’i akan tetap ditutup hingga larangan Umrah dicabut.
Kini membawa makanan dan minuman ke Masjid juga dilarang dan akses ke wadah Zamzam sementara akan dihentikan.
Kamar Suci di Masjid Nabawi di Madinah yang di dalamnya terdapat makan Nabi Muhammad dan dua temannya, Abu Bakar Siddiq dan Omar ibn Al-Khattab, juga akan ditutup untuk jamaah.
Tindakan-tindakan penutupan situs keagamaan di Mekah tersebut dilakukan Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah penyebaran virus corona.
Sementara, Kerajaan Arab Saudi menuduh Iran meningkatkan ancaman global ketika negara tersebut tidak mendokumentasikan dengan baik kedatangan dan keberangkatan pengunjung asing di Iran.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi sebelumnya mengumumkan bahwa terdapat lima orang asal Arab Saudi yang dinyatakan positif COVID-19 setelah kembali dari Iran, melalui Bahrain dan Kuwait.