Kesaksikan Tak Biasa Penggali Kubur Jenazah Suspect Virus Corona di Semarang, Buru-buru Pakai Masker
Pasien yang mengalami gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas itu meninggal dunia dan dikmakamkan sesuai prosedur pencegahan virus corona.
TRIBUNJAMBI.COM - Kesaksikan Tak Biasa Penggali Kubur Jenazah Suspect virus corona di Semarang, Buru-buru Pakai Masker.
Seorang pasien RSUP Kariadi Semarang yang negatif virus corona sempat diduga terinfeksi Covid-19.
Pasien yang mengalami gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas itu meninggal dunia dan dikmakamkan sesuai prosedur pencegahan virus corona.
• Rekor Terpecahkan! Harga Yamaha RX-King Ini Terjual Rp 150 Juta, Begini Kelebihannya
• Foto Tara Basro hanya Berpakaian Dalam jadi Trending Topic, Ini Fakta Ukuran Tubuhnya, Jangan Kaget
• DELAPAN Jenis Makanan Ini Dipercaya Bisa Tingkatkan Stamina, Cegah Virus Corona, Tersedia di Dapur
Hasil laboratorium dari Litbangkes yang menyatakan bahwa pasien negatif virus corona baru keluar setelah pasien dimakamkan.
Saat pemakaman berlangsung, beberapa orang merasa was-was lantaran belum mengetahui penyebab meninggalnya pasien.
Mereka masih mengira pasien yang baru pulang dari Spanyol itu terjangkit virus corona, termasuk si penggali kubur, Slamet Triyono.
Pakai masker
Slamet bercerita, pemakaman dilakukan pada Minggu (23/2/2020) di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sasono Loyo, Semarang.
Saat menunggu jenazah tiba, hatinya sudah diliputi perasaan deg-degan.
Hal tersebut, kata Slamet, tampaknya juga dirasakan oleh para pelayat yang berdatangan.
Mereka memakai masker ketika berada di pemakaman.
Terburu-buru Slamet harus cepat-cepat menggali kubur.
Sebab, pihak RSUP Kariadi memberi kabar bahwa obat antibiotik yang diberikan pada pasien hanya bertahan empat jam saja. Pihak rumah sakit meminta pemakaman diselesaikan dalam waktu dua jam.
"Akhirnya saya bersama dua penggali kubur lainnya cepat-cepat menggali kubur sedalam 1,5 meter," katanya.

Jenazah pasien pun tiba.