Kota Jambi dan Muara Bungo Alami Inflasi, Ini Penyebabnya
Untuk bulan Februari 2020, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0,75 persen. Sedangkan Kota Muara Bungo inflasi sebesar 0,36 persen.
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
Kota Jambi dan Muara Bungo Alami Inflasi, Ini Penyebabnya
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Untuk bulan Februari 2020, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0,75 persen. Sedangkan Kota Muara Bungo inflasi sebesar 0,36 persen.
Wahyudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mengatakan inflasi ini merupakan inflasi kedua untuk Kota Jambi yang telah terjadi selama tahun 2020. Pada awal tahun tahun sebelumnya, Kota Jambi biasanya mengalami deflasi, begitu juga dengan Kota Muaro Bungo.
Dia menyampaikan, laju inflasi tahun kalender Kota Jambi diangka 1,57 persen dan Kota Muara Bungo sebesar 1,10 persen. Sedangkan inflasi year on year Kota Jambi sebesar 3,58 persen dan Kota Muara Bungo sebesar 3,56 persen.
• Fachrori Imbau Masyarakat Jambi Siaga Terhadap Virus Corona, Tak Perlu Panik
• 19 Kali Beraksi di Kota Jambi, Spesialis Curanmor Asal Sumsel Dihadiahi Timah Panas
• Pemkab Kerinci Buka Lelang Jabatan untuk 18 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Daftar Jabatan yang Kosong
Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada sembilan kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,14 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,13 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,19 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,66 persen.
Lalu kenaikan indeks harga pada kelompok kesehatan sebesar 3,67 persen; kelompok transportasi sebesar 2,72 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 4,83 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,65 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,09 persen.
Sedangkan Inflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada tujuh kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,85 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,47 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,19 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,28 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,76 persen.
"Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,75 persen, andil terbesar dari kelompok transportasi sebesar 0,3220 persen; kemudian dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,1279 persen," ujarnya, Senin (2/3).
Wahyudin mengatakan, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi Bulan Februari 2020 antara lain angkutan udara, bawang putih, beras, rokok kretek, rekreasi, rokok kretek filter, rokok putih dan popok bayi sekali pakai/diapers. Sementara itu, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Muara Bungo adalah cabai merah, bawang putih, bahan bakar rumah tangga, ikan serai, emas perhiasan, bayam, minyak goreng, ikan tongkol, mie kering instan dan ayam hidup.
"Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi yang paling besar angkutan udara, di Jambi memang tidak banyak armada transportasi udara tetapi satu di antara armada penerbangan yakni Lion Air, memberikan pengaruh sebesar 60 persen terhadap total keseluruhan transportasi udara yang ada di Provinsi Jambi," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/02032020_bps.jpg)