China Catatkan Angka Kematian Virus Corona Terendah 3 Pekan Terakhir, 52 Meninggal Karena Covid-19

52 kematian tersebut semuanya terjadi di Provinsi Hubei, yang menyumbang 401 dari 406 infeksi baru. Demikian keterangan dari Komisi Nasional Kesehatan

Editor: Suci Rahayu PK
EPA-EFE/STRINGER CHINA OUT
Dokter merawat pasien virus corona di Wuhan, China 

China Catatkan Angka Kematian Virus Corona Terrendah dalam 3 Pekan Terakhir, 52 Meninggal Karena Covid-19

TRIBUNJAMBI.COM, BEIJING - Rabu (26/2/2020) China melaporkan angka kematian akibat virus corona Covid-19 adalah 52 orang, yang merupakan angka terendah dalam tiga pekan terakhir.

52 kematian tersebut semuanya terjadi di Provinsi Hubei, yang menyumbang 401 dari 406 infeksi baru.

Demikian keterangan dari Komisi Nasional Kesehatan China.

Kemudian dilansir dari AFP, angka kematian dari wabah virus corona semakin menurun di Negeri "Tirai Bambu".

Dalam beberapa hari terakhir sejumlah provinsi melaporkan nol kematian.

Orang-orang dan petugas kesehatan memakai masker wajah pelindung di luar rumah sakit di Padua, wilayah Veneto, Italia Utara
Orang-orang dan petugas kesehatan memakai masker wajah pelindung di luar rumah sakit di Padua, wilayah Veneto, Italia Utara (EPA-EFE/NICOLA FOSSELLA)

Sementara itu hanya lima kasus yang ditemui di luar pusat penyebaran, dan itu adalah yang terendah dalam sebulan terakhir.

Meski begitu, wabah virus corona sudah telanjur menyebar ke negara-negara lainnya.

Sejak merebak di Wuhan dan menginfeksi lebih dari 78 ribu orang, Covid-19 kini sudah menjangkiti puluhan negara di seluruh dunia.

Angka kematian akibat SARS-Cov-2, nama resmi virus, di Korea Selatan menyentuh 11 orang hari ini, sedangkan sebanyak 1.146 warganya telah terinfeksi.

Itu merupakan jumlah infeksi terbesar di luar China. Lalu di Italia ada 10 orang yang tewas dengan 300 kasus infeksi.

Diisukan Melarikan Diri saat Tragedi Susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Pihak keluarga Bantah IYA Kabur

Sah, Ayu Ting Ting dan Didi Riyadi Menikah 2020? Siapa Sebenarnya Mertuanya

Negeri "Pizza" sudah melakukan langkah pencegahan penyebaran dengan menutup akses ke 11 kota.

Keterangan itu disampaikan Perdana Menteri Giuseppe Conte, pekan lalu.

Sementara itu Pemerintah Beijing kini berfokus ke pemantauan dan pembatasan kedatangan orang ke kota tersebut.

Sebab dikhawatirkan virus ini bisa masuk China lagi melalui kasus-kasus dari luar negeri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved