Berita Tanjab Barat

Korban Gantung Diri di Betara Melarikan Diri Saat Ingin Pulang Kampung, Kapolsek: Murni Gantung Diri

Korban Gantung Diri di Betara Melarikan Diri Saat Ingin Pulang Kampung, Kapolsek: Murni Gantung Diri

Korban Gantung Diri di Betara Melarikan Diri Saat Ingin Pulang Kampung, Kapolsek: Murni Gantung Diri
NET
ilustrasi 

Korban Gantung Diri di Betara, Melarikan Diri Saat Ingin Pulang Kampung, Kapolsek: Murni Gantung Diri 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Ardiansyah Siregar Sormin (16) warga Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut) yang ditemukan tewas tergantung pada 12 Februari 2020 lalu, murni karena gantung diri.

Kapolsek Betara IPTU Sozanolo Harefa mengatakan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang di lakukan tim reskrim dan sejumlah dokter, tidak ada tanda-tanda kekerasan dan membuktikan korban meninggal murni gantung diri.

"Tidak ada tanda tanda lain di tubuhnya, kita pas menurunkan juga ada dokter dari puskesmas. Murni gantung diri," katanya, Selasa (19/2/2020).

Mayat Bercelana Jins Dikerumuni Lalat Tergantung di Pohon, Kejadian di Betara

Ternyata Mayat Tergantung di Pohon Itu Warga Tapanuli Selatan, Tewas di Betara

132 Sertifikat Pelaku UMKM di Bungo Dibagikan, Bupati: Jangan Digadaikan ke Bank

Ia juga menegaskan pihak keluarga juga tidak ingin korban di otopsi. Bahkan, keluarga meminta korban untuk langsung di makamkan.

"Keluarga korban tak mau visum, jadi ya kita cuman batas cek luar saja," ujarnya.

Harefa menyebutkan, korban melarikan diri saat akan pulang kampung. Akhirnya korban ditemukan gantung diri. "Dia itu kabur mau pulang, tapi ditemukan sudah meninggal," tandasnya

Sebelumnya, korban di temukan membusuk dengan posisi tergantung di pohon karet dengan kodisi sudah mulai membusuk di lahan kebun karet milik Suwardi warga RT 6 Dusun Karya Lestari 2 Desa Muntialo, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjab Barat Rabu (12/2/2020) lalu.

Sebelum meninggal korban sempat berkomunikasi dengan keluarga nya yang ada di Tapanuli Selatan (Tamsel) dengan menggunakan telfon dan menyebutkan akan pulang kampung.

Korban saat itu, akan di antarkan pulang oleh keluarga nya. Namun, saat menunggu akan di antarkan korban menghilang baru empat hari kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban Gantung Diri di Betara Melarikan Diri Saat Ingin Pulang Kampung, Kapolsek: Murni Gantung Diri (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com).

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved