Breaking News:

WHO Sebut Vaksin Pertama Virus Corona (Covid-19) Baru Ada 18 Bulan Lagi

"Kami masih dalam strategi penahanan dan tidak boleh membiarkan virus (corona baru) memiliki ruang untuk penularan lokal (dari manusia ke manusia),"

Editor: Suci Rahayu PK
AFP/Hector Retamal
Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk melindungi dari virus Corona saat melintas di samping pasien di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China pada 23 Januari 2020 

WHO Sebut Vaksin Pertama Virus Corona (Covid-19) Baru Ada 18 Bulan Lagi

TRIBUNJAMBI.COM - Perang melawan wabah virus corona baru bakal berlangsung lama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, vaksin pertama virus itu baru tersedia dalam 18 bulan ke depan.

"Jadi, kita harus melakukan semuanya hari ini, menggunakan semua senjata yang tersedia," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Selasa (11/2), seperti dikutip Reuters.

Tedros meminta semua negara seagresif mungkin dalam memerangi virus corona baru.

Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China.
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China. (AFP/FABRICE COFFRINI)

"Jika dunia tidak ingin bangun dan menganggap virus sebagai musuh publik nomor satu, saya tidak berpikir kita akan belajar dari pelajaran ini," ujarnya.

"Kami masih dalam strategi penahanan dan tidak boleh membiarkan virus (corona baru) memiliki ruang untuk penularan lokal (dari manusia ke manusia)," imbuh Tedros.

Sebelumnya, Tedros menuturkan, China telah melaporkan 42.708 kasus virus corona baru terkonfirmasi, termasuk 1.017 kematian.

"Dengan 99% kasus di China, ini tetap sangat darurat bagi negara itu," katanya seperti dilansir Reuters.

Covid-19 Infeksi 43.184 Orang Pejabat China Dipecat Karena Dianggap Lalai Tangani Wabah Virus Corona

Negara Tolak Kepulangan WNI Teroris Pelintas Batas dan Eks ISIS, Pertimbangan hingga Kontranya

"Tetapi, (virus corona baru) ancaman sangat besar bagi seluruh dunia," ujar Tedros saat membuka pertemuan yang bertujuan mempercepat penelitian obat-obatan, diagnostik, dan vaksin virus corona baru di Jenewa, Selasa (11/2).

Karena itu, Tedros berharap, salah satu hasil dari pertemuan tersebut akan menjadi peta jalan untuk penelitian.

China memberhentikan beberapa pejabat senior karena penanganan terhadap wabah koronavirus yang saat ini mecapai lebih dari 1.000 korban meninggal.
China memberhentikan beberapa pejabat senior karena penanganan terhadap wabah koronavirus yang saat ini mecapai lebih dari 1.000 korban meninggal. (tangkapan layar/thewuhanvirus.com)

Hadir dalam pertemuan itu lebih dari 400 peneliti, termasuk yang ikut serta lewat konferensi video dari China dan Taiwan.

"Intinya adalah solidaritas, solidaritas, solidaritas. Itu terutama berlaku dalam hal berbagi sampel," tegas Tedros.

"Untuk mengalahkan wabah ini, kita perlu berbagi secara terbuka dan adil, sesuai dengan prinsip keadilan dan kesetaraan".

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Perang masih lama, vaksin pertama virus corona baru tersedia satu tahun lagi
https://internasional.kontan.co.id/news/perang-masih-lama-vaksin-pertama-virus-corona-baru-tersedia-satu-tahun-lagi?page=all

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved