5 Menteri Ini Layak Dicopot Jokowi Versi Survei IPO, Ada Nama Edhy Prabowo hingga Nadiem Makarim

Meskipun masa kerja 5 menteri ini terbilang baru, namun menurut hasil survei yang dilakukan ke sejumlah masyarakat kinerja mereka dinilai buruk.

5 Menteri Ini Layak Dicopot Jokowi Versi Survei IPO, Ada Nama Edhy Prabowo hingga Nadiem Makarim
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
5 Menteri Ini Layak Dicopot Jokowi Versi Survei IPO, Ada Nama Edhy Prabowo hingga Nadiem Makarim 

5 Menteri Ini Layak Dicopot Jokowi Versi Survei IPO, Ada Nama Edhy Prabowo hingga Nadiem Makarim

TRIBUNJAMBI.COM - Menurut survei Indonesia Political Opinion (IPO) setidaknya ada 5 menteri yang kini layak untuk diganti oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Meskipun masa kerja 5 menteri ini terbilang baru, namun menurut hasil survei yang dilakukan ke sejumlah masyarakat kinerja mereka dinilai buruk.

Seperti diketahui, sebelumnya Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei daftar menteri Jokowi yang patut diganti walau mereka baru menjabat dalam hitungan bulan.

Selain itu, isu korupsi, membuat kegaduhan di publik, dan ada konflik kepentingan juga memengaruhi penilaian publik.

Dari kelima nama menteri yang layak diganti, dua di antaranya adalah Menteri Agama, Fachrul Razi dan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menjelaskan, munculnya nama menteri itu merujuk kepada respons 42 persen responden yang menyatakan perlu ada perombakan kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Ini cukup mengejutkan, sebab meski baru 100 hari, sebanyak 42 persen publik menyatakan pergantian menteri itu perlu."

"Kemudian, 36 persen sebut tidak diperlukan dan 22 persen tidak menjawab," ucap Dedi dalam pemaparan diskusi bertajuk "100 Hari Kabinet jokowi-Ma'ruf Amin" di Gondangdia, Sabtu (8/2/2020).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah usai mengisi diskusi di Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah usai mengisi diskusi di Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). (KOMPAS.com/Dian Erika)

Dikutip dari Kompas.com, survei digelar pada 10 Januari - 31 Januari 2020 dengan memakai teknik wellbeing purposive sampling (WPS) terhadap 1.600 responden.

Halaman
1234
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved