Info Terkini Virus Corona

Korban Meninggal karena Virus Corona Bertambah Jadi 807 Orang, Sebaran di 28 Negara

Dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, hingga Minggu pukul 07.43 WIB, virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan telah menewaskan 807 orang

Editor: Duanto AS
WEIBO, thinkchina.sg/onlineindus.com
Dokter Li Wenliang sempat dicibir saat deteksi virus corona. 

TRIBUNJAMBI.COM - Korban virus corona bertambah banyak, baik yang meninggal dunia maupun terinfeksi.

Dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, hingga Minggu pukul 07.43 WIB, virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan China ini telah menewaskan 807 orang.

Sementara itu, virus corona juga menyebabkan 37.153 orang terinfeksi.

Sejak pertama kali diumumkan pada 31 Desember 2019, virus ini telah menyebar hingga ke 28 negara.

UPDATE jumlah korban meninggal dunia dan terinfeksi virus corona, Minggu (9/2/2020)
UPDATE jumlah korban meninggal dunia dan terinfeksi virus corona, Minggu (9/2/2020) (Tangkap Layar https://gisanddata.maps.arcgis.com/)

Ke 28 negara tersebut, yakni China, Jepang, Thailand, Singapura, Hong Kong, Australia, Korea Selatan, Taiwan.

Jerman, Amerika Serikat, Malaysia, Makau, Perancis, Vietnam, Kanada, Uni Emirat Arab, Italia, Rusia.

Inggris, Nepal, Kamboja, Spanyol, Piliphina, Finlandia, Swedia, India, Sri Lanka, dan Belgia.

Terbaru, negara Belgia mengonfirmasi kasus virus corona pertamanya.

Hampir semua kematian terjadi di Hubei, tempat di mana virus tersebut muncul pertama kali di pasar hewan di Wuhan.

Namun, Filipina dan Hongkong telah melaporkan kematian akibat virus corona di luar China.

Virus yang mirip dengan Sindrom Pernapasan Akut Parah atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) ini, memiliki masa inkubasi 14 hari.

Tanda-tanda terjangkit virus corona bisa menyebar sebelum gejala muncul.

Adanya wabah ini telah berdampak pada kegiatan ekonomi dan bisnis di China.

Beberapa perusahaan telah menutup tokonya di Cihina, seperti Apple, Samsung, hingga Google.

Mengutip dari LearnBonds, wabah virus corona ini telah menjadi epidemi paling mahal di dunia dalam 20 tahun terakhir.

Menurut data yang dikumpulkan dari LearnBonds.com, virus corona yang sebagian besar melanda di China ini menelan biaya negara sekira 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PBD) pda awal tahun 2020.

Presentase tersebut senilai 62 miliar dollar AS atau sekira Rp 847,21 triliun.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved