Jokowi Secara Pribadi Tolak Pemulangan Eks ISIS, Politisi PKS: "Tak Boleh Katakan Itu"

Nasir mengungkapkan seorang presiden tidak boleh mengatakan hal seperti itu, meskipun itu merupakan pernyataan secara pribadi.

Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi Secara Pribadi Tolak Pemulangan Eks ISIS, Politisi PKS: "Tak Boleh Katakan Itu" 

Bahkan Dianna menduga ada dua kemungkinan, hingga akhirnya Jokowi mengatakan hal tersebut.

"Pertama mungkin kenanya langsung di sini (perasaan)," kata Dianna.

s
 Pakar dan Analisis Hubungan Internasional, Dianna Wisnu (YouTube Kompas tv)

"Jadi beliau melihat masalah ini otomatis harus menyuarakan apa pendapatnya dia," imbuhnya.

Masalah kedua, yakni buruknya komunikasi publik pemerintah dalam menangani isu ini.

Roy Suryo Beberkan Halunya Penguasa Sunda Empire, Hotman Paris: Masih Saudara Barbie Kumalasari?

Misteri Orang Tua Adipati Dolken, Disebut-sebut Konglomerat di New Zealand, Terungkap Kakaknya

"Kedua, saya kira ini agak klasik ya periode kedua ini," kata Dianna.

"Kok masalah yang muncul, koordinasi lintas sektor sulit benar, jadi pihak-pihak masing-masing ingin ngomong sementara belum ada Ratas," jelasnya.

"Ada kemungkinan juga untuk menyetop orang untuk 'sudahlah jangan diomongin dulu soalnya belum Ratas', gitu," imbuhnya.

Presiden Jokowi Tolak Pemulangan WNI eks ISIS

Presiden Joko Widodo bersama Wapres RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla mendatangi rumah duka KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, di Jakarta, Senin (3/2/2020). Adik kandung Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu meninggal dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait rencana WNI eks ISIS yang akan dipulangkan ke Indonesia.

Kepala Negara ini mengaku tidak setuju atau menolak kepulangan WNI eks ISIS ini.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved