Banting Baret Merah di Depan Para Jenderal, Kopassus Berkaki Satu Dibela Mati-matian

Apa yang dilakukan Benny membuat para jenderal yang sedang duduk kaget. Dia mmbantin baret merah itu ke meja, hingga akhirnya jatuh di lantai.

Banting Baret Merah di Depan Para Jenderal, Kopassus Berkaki Satu Dibela Mati-matian
Istimewa
Baret Merah kebanggan Kopassus 

Apa yang dilakukan Benny membuat para jenderal yang sedang duduk kaget. Dia mmbantin baret merah itu ke meja, hingga akhirnya jatuh di lantai.

TRIBUNJAMBI.COM - Prajurit Kopassus ini kehilangan satu kakinya akibat pertempuran.

Pada tahun ini ada aturan tentang penghapusan tentara yang mengalami cacat.

Rekan sekaligus atasannya di pasukan elite TNI, Benny Moerdani, berusaha membelanya mati-matian di depan pimpinan.

Dar Der Dor Situasi Semakin Buruk, Peluru Sniper Musuh Incar Kepala Paskhas  Marinir dan Kopassus

Daftar Nama 31 Danjen Kopassus, Pasukan Ini Pernah Telibat Misi Rahasia CIA di Pulau Galang

Jatuh Cinta ke Pramugari Garuda saat Letnan Dua, Kopassus Ini 20 Tahun Kemudian Jadi Jenderal

Namun apa mau dikata, akhirnya dua prajurit RPKAD (sekarang Kopassus) itu malah dimutasi.

Kisah tentang legenda Kopassus itu bernama Agus Hernoto, kawan seperjuangan Benny Moerdani.

Agus Hernoto merupakan seorang prajurit RPKAD yang kehilangan kaki saat pertempuran di pedalaman Papua, pada pertengahan 1962. Dia satu di antara komandan di lapangan.

Pasukannya terlibat kontak senjata hebat melawan Belanda.

Dalam kondisi terluka parah pada bagian punggung dan kaki kiri, Agus menjadi tawanan Belanda di Sorong, Papua.

Agus mendapat penyiksaan, namun tidak secuil informasi bocor dari mulutnya. Prajurit Kopassus ini tetap bertahan dalam kondisi fisik parah, tetap menyimpan informasi terkait operasi besar-besaran yang dipimpin Benny Moerdani.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved