Ketua REI Jambi: Pembangunan Infrastruktur Menjadi Prioritas

Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi menggelar gathering bertajuk “Property Jambi Outlook 2020”. Acara digelar di ruang Anggek Abadi Suite Hotel

Ketua REI Jambi: Pembangunan Infrastruktur Menjadi Prioritas
Tribunjambi/Istimewa
GATHERING - Kepala OJK Provinsi Jambi, Endang Nuryadin (kiri), diskusi dalam acara gathering bertajuk "Property Jambi Outlook 2020" di Abadi Suite Hotel, Selasa (4/2/2020). Acara ini juga menghadirkan narasumber Bayu Martanto (Kepala BI Jambi), serta Ramond Fauzan (Ketua DPD REI Jambi). Moderator di acara ini Priyo Septyono, Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI Jambi. 

Ketua REI Jambi: Pembangunan Infrastruktur Menjadi Prioritas

TRIBUNNEWS.COM – Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi menggelar gathering bertajuk “Property Jambi Outlook 2020”. Acara digelar di ruang Anggek Abadi Suite Hotel, Selasa (4/2/2020).

Hadir dalam acara ini Ramond Fauzan (Ketua DPD REI Jambi), Bayu Martanto (Kepala BI Jambi), Endang Nuryadin (Ketua OJK Jambi). Moderator di acara ini Priyo Septyono, Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI Jambi.

Bayu Martanto, Kepala BI Jambi, mengatakan, sumber ekonomi di provinsi Jambi lebih banyak di sektor pertanian dan pertambangan. Artinya, sumber pertumbuhan ekonominya masih mengandalkan sektor alam.

Pertumbuhan ekonomi tersebut tak akan tumbuh signifikan kalau tidak ada industrialisasi. Untuk menggenjot pertumbuhan itu, maka Jambi butuh investasi. Hal itu mengingat pertumbuhan ekonomi di Jambi sejak 2014 masih di bawah 5 persen.

Nasib Predator Reynhard Sinaga di Inggris, Masuk dalam Sel Khusus hingga 2 Gelar Akademik Dicabut

Jadi Satu-satunya Pelayat Non Muslim di Pemakaman Gus Sholah, Hotman Paris Diperlakukan Seperti Ini

“Kebijakan BI kaitannya dengan properti. Kaitannya dengan siklus bisnis. Memberikan kesempatan bank agar menyalurkan kredit lebih banyak. Agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih besar lagi. Ekonomi sedang butuh dorongan agar bisa lebih tumbuh lagi,” katanya.

Ramond Fauzan ST, mengatakan, pada saat krisis yang paling berdampak adalah properti. Paling penting adalah bagaimana saling menyemangati agar dunia properti semakin membaik.

“Indikator perekonomian sekarang sedang membaik. Ke depan infrastruktur pun menjadi prioritas. Ini kabar baik di dunia properti. Mari kita tata lagi bisnis kita. Rumah subsidi dan rumah komersial ke depan. Saya ingin kawan-kawan pengembang mencermati fenomena itu,” katanya.

Sementara itu, Endang Nuryadin, Kepala OJK Jambi mengatakan, satgas investasi sering menangani persoalan pembiayaan syariah tanpa BI checking. Biasanya, praktik pembiayaan syariah tanpa BI checking itu untuk membuat masyarakat tergiur.

“Yang perlu developer pahami, kalau kalian bagus, bank pasti berebut. Karena mereka perlu bisnis. Kuncinya kalian bagus saja, bank pasti datang,” katanya.

Dikatakan, OJK selalu melakukan audit bank. Terkadang, ada developer sudah dapat kredit dari bank, tetapi developer membuka kredit juga ke konsumen. Sehingga, developer dapat uang dari bank dan dapat pula dari konsumen.

“Ketika konsumen datang mau mengambil sertifikat, developer lari. Kita sering terima pengaduan itu,” katanya. (Tribunjambi.com)

Penulis: Sulistiono
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved