Breaking News:

Ini Penyebab Kota Jambi dan Muara Bungo Dilanda Inflasi, Cabai dan Bawang Ikut Andil

Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada tujuh kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Tribunjambi/Fitri Amalia
BPS Provinsi Jambi merilis catatan statistik inflasi di Jambi. 

Ini Penyebab Kota Jambi dan Muara Bungo Dilanda Inflasi, Cabai dan Bawang Ikut Andil

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0,81 persen pada bulan Januari 2020. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Drs. Wahyudin, mengatakan, laju inflasi tahun kalender sama dengan inflasi bulanan. Sedangkan inflasi year on year Kota Jambi sebesar 2,40 persen.

Dia menjelaskan, inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada tujuh kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,63 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen; kelompok transportasi sebesar 0,03 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,19 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,46 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,20 persen.

"Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,81 persen, andil terbesar adalah dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,7724 persen; kemudian dari kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,0327 persen," ujarnya, Senin (3/2).

Longsor di Batang Asai Sebabkan Jalan ke Kota Sarolangun Lumpuh Total, Listrik Ikut Padam

Empat Kasus DBD Ditemukan di Kerinci, Dinas Kesehatan Akan Lakukan Pemusnahan Masal Jentik Nyamuk

Virus Corona Belum Selesai, Virus Flu Burung Serang China, 4500 Ayam Dikaporkan Mati

Wahyudin melanjutkan, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi pada Januari 2020 antara lain adalah cabai merah, mobil, minyak goreng, cabai rawit, bawang putih, gado-gado, rokok kretek filter, dan rokok putih.

Kota Muara Bungo inflasi sebesar 0,74 persen. Kota Muara Bungo sebesar 2,76 persen. Inflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada sembilan kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,45 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen.

Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,47 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,17 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,06 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,33 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,90 persen.

"Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Muara Bungo adalah cabai merah, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, minyak goreng, emas perhiasan, kentang, ikan tongkol, kangkung, dan nila," jelasnya.

Perbandingan inflasi antar kota IHK se-Sumatera menunjukkan, bahwa dari 24 kota se-Sumatera yang menghitung IHK, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh, sebesar 1,44 persen dan terendah terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,08 persen.

"Kota Jambi dan Kota Muara Bungo berada pada urutan ke-6 dan ke-8 se Sumatera," pungkasnya.

Penulis: Fitri Amalia
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved