Pimpinan KPK Berencana Ikut Pemeriksaan Saksi, Pakar Hukum Sebut Perpanjang Birokrasi Penyidikan

"Justru dapat menghambat kerja penyidikan, karena memperpanjang rantai birokrasi yang harus ditempuh dalam penyidikan,"

Pimpinan KPK Berencana Ikut  Pemeriksaan Saksi, Pakar Hukum Sebut Perpanjang Birokrasi Penyidikan
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi penyidik KPK 

Pimpinan KPK Berencana Ikut Campur dalam Prmeriksaan Saksi, Pakar Hukum Sebut Perpanjang Birokrasi Penyidikan

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana ikut campur dalam proses pemeriksaan saksi di lembaga antirasuah ke depannya.

Rencana itu kemudian menuai kritik. Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai langkah pimpinan KPK terlalu berlebihan.

"Justru dapat menghambat kerja penyidikan, karena memperpanjang rantai birokrasi yang harus ditempuh dalam penyidikan," kata Fickar kepada Tribunnews.com, Kamis (30/1/2020).

Ilustrasi KPK
Ilustrasi KPK (TOTO SIHONO)

Menurut Fickar, pemanggilan saksi merupakan kewenangan penyidik, tentu dengan sepengetahuan Direktur Penyidikan.

Ia menegaskan, penyidik lebih paham kebutuhan informasi dari pihak yang dianggap mengetahui sebuah peristiwa dibanding pimpinan KPK.

"Pimpinan bisa saja meminta penjelasan dirdik atau bahkan penyidik, dalam hal ada dugaan ketidakwajaran proses. Ini termasuk bagian dari pengawasan dan pengendalian," ujarnya.

"Namun, bukan berarti pimpinan menentukan siapa saja yang seharusnya dipanggil menjadi saksi," pungkas Fickar.

Update Terbaru Penyebaran Virus Corona 30 Januari, Korban Tewas 170 Orang dan Menginfeksi 18 Negara

Misteri Tempat Tisu di Tempat Prostitusi Gang Royal, Sewa Kamar 2x1 Meter Rp 30.000

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri memandang saksi-saksi yang dipanggil penyidik lembaganya acap kali menerima sanksi sosial.

Ia mengatakan pimpinan bakal mengubah mekanisme atau sistem pemanggilan saksi yang selama ini telah berjalan di lembaga antirasuah.

Halaman
123
Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved