Liputan Khusus
Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Sentuh Posisi Tertinggi, Tapi Petani Tak Menikmati, Ini Penyebabnya
"Namun sayangnya kondisi produksi buah juga menurun," sebutnya, Senin lalu. Imbasnya, karena produksi turun kenaikan tersebut tidak begitu berdampak.
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Sentuh Posisi Tertinggi, Terjadi saat Produksi Menurun
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kabar terbaru, harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi sempat mencapai di level tertinggi pada periode 17-23 Januari 2020. Harganya yakni Rp2.127,76 per kilogram.
Harga ini naik signifikan dibanding periode yang lalu, harga TBS hanya di kisaran Rp1.720-Rp1.900-an.
Sebagai perbandingan harga TBS pada awal tahun 2019 sangat jatuh. Ketika itu sawit di tingkat petani hanya dihargai Rp750 per kilogram.
• Jadwal Film Bioskop di Jambi, Milea Tayang Cinema XXI WTC 13 Februari
• Update Rangking BWF 2020 Terbaru pada 25 Januari 2020, Persaingan Ketat di Tunggal Putra
Harganya mulai mengalami kenaikannya menjelang akhir 2019.
Hanya saja, harga tertinggi sawit tersebut merosot Rp109 per kg untuk periode 24-30 Januari 2020, menjadi Rp2.018,76.
Kendati demikian, petani tetap menyambut gembira harga tersebut.
Sekalipun harga beli di pabrik kadang sedikit lebih rendah dari harga yang ditetapkan.
Saparudin, seorang petani kelapa sawit di Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi mengaku senang dengan kondisi ini. Kata dia, harga buah kelapa sawit yang saat ini dirasa cukup baik.
"Namun sayangnya kondisi produksi buah juga menurun," sebutnya, Senin lalu. Imbasnya, karena produksi turun kenaikan tersebut tidak begitu berdampak.
Ia berharap kondisi harga buah kelapa sawit seperti saat ini tetap bisa bertahan hingga produksi buah kembali normal.
Sehingga kenaikan harga ini bisa dinikmati dengan lebih layak oleh petani kelapa sawit.
"Semoga pemerintah tetap bisa menjaga harga seperti ini, kalau perlu bisa lebih. Bahkan saat produksi buah tinggi harga juga tinggi, sehingga petani bisa mendapatkan hasil yang memuaskan" tuturnya.
Martono yang merupakan pengepul sawit dari petani di Muarojambi juga memberi keterangan senada.
Harga naik, tapi produksi sedikti alias trek.
Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari, Jumri bilang kenaikan harga saat ini sangat membantu petani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/liputan-khusus-tribun-jambi-edisi-25-januari-2020.jpg)