2020 Anggaran Dana Desa Naik, Jumlah Desa Tertinggal di Jambi Diharapkan Berkurang

Pemerintah Pusat kembali menggelontorkan Dana Desa untuk Provinsi Jambi tahun 2020 ini sebesar Rp 1,22 Triliun.

Tribunnews.com
ilustrasi 

2020 Anggaran Dana Desa Naik, Jumlah Desa Tertinggal di Jambi Diharapkan Berkurang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Pusat kembali menggelontorkan Dana Desa untuk Provinsi Jambi tahun 2020 ini sebesar Rp 1,22 Triliun. Sedikit mengalami peningkatan dibanding Dana Desa tahun 2019 yaitu Rp 1,18 Triliun.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3P2) Provinsi Jambi Luthpiah mengatakan, skema pencairan Dana Desa tahun ini mengalami perubahan, dari sekema 20 persen untuk tahap pertama kemudian 40 persen untuk dua tahap selanjutnya.

"Kalau tahun ini, skema pencairan DD dimulai dari 40 persen untuk tahap satu dan dua, kemudian 20 persen untuk tahap terakhir atau ketiga," ujar Luthpiah, Jumat (24/1/2020).

Perubahan ini dijelaskan Luthpiah karena adanya keinginan dari Pemerintah agar di awal tahun Dana Desa sudah berjalan. Namun nyatanya, masih banyak desa yang belum menetapkan RAPBDes-nya.

Kades dan BPB Ribut, Penyaluran Dana Desa ke Tiga Desa di Bungo dan Kerinci Terhambat

Dewan Turun Cek Proyek di Kecamatan, Kondisi SMP 42 Muarojambi Jadi Sorotan

4 Km Sungai Primer Lambur Tertutup Rumput Liar, Air Berlindir dan Bau, Warga Ngeluh Gatal-gatal

"Sebenarnya kalau desanya yang jeli, di Januari ini mereka sudah bisa melakukan kegiatan. Kita juga dari Provinsi selalu memberikan pengarahan kepada desa supaya pekerjaan fisik itu jangan di akhir tahun. Kalau di akhir tahun biasanya kualitasnya tidak bagus, karena tergesa-gesa dan faktor cuaca," sebut Luthpiah.

Lanjut Luthpiah, diharapkan penggunaan Dana Desa di tahun 2020 ini, ada peningkatan indeks desa membangun supaya lebih baik.

"Kita berupaya di tahun 2020 ini sudah ada peningkatan atau pengurangan desa tertinggal di Provinsi Jambi. Dan peningkatan status desa dari berkembang menjadi maju, dari maju menjadi mandiri," sebutnya.

Dari empat program prioritas nasional Dana Desa, menurut Luthpiah semuanya sudah bisa dilaksanakan. Namun Provinsi Jambi sejauh ini masih terkendala pada program pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Dari 1.399 desa, hanya ada 1.102 desa yang memiliki Bumdes. Dan Bumdes yang aktif baru sekitar 700 Bumdes.

"Ini yang akan kita kejar, pengembangan BUMDes, peningkatan SDM pengelola Bumdes, serta pengembangan unit usaha yang dikelola sesuai potensi desanya," sambungnya.

Selain itu dari empat program nasional tersebut, diungkapkan Luthpiah, Dana Desa di Provinsi Jambi tahun 2020 ini juga akan digunakan untuk mengurangi angka stunting di Provinsi Jambi. Untuk di Provinsi Jambi tahun ini ada dua lokus yakni di Kabupaten Merangin dan Tanjung Jabung Barat.

"Melalai dana desa kita akan suport dengan penyiapan fasilitas kesehatan, seperti Posyandu, termasuk juga tenaga kesehatanya dengan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved