Warga Mandiangin Pingsang dan Kelaparan, Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Lahan dengan PT AAS
Masyarakat berbagai desa di Kecamatan Mandiangin, Sarolangun yang melakukan aksi demontrasi masih bertahan di kantor Bupati Sarolangun.
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
Warga Mandiangin Pingsang dan Kelaparan, Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Lahan dengan PT AAS
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Masyarakat berbagai desa di Kecamatan Mandiangin, Sarolangun yang melakukan aksi demontrasi masih bertahan di kantor Bupati Sarolangun hingga Rabu (22/1).
Ratusan pendemo itu masih terkatung-katung di pelataran Kantor Bupati Sarolangun. Mereka menunggu keputusan menyangkut lahan yang berkonflik dengan PT AAS.
Fahmi salah seorang warga mengaku jika sudah satu malam mereka menginap di tenda darurat.
Katanya, sudah ada pertemuan yang diwakili oleh Asisten 1 setda Sarolangun. Namun hasil pertemuan menemui jalan buntu.
Karenanya, hingga saat ini masyarakat tetap bertahan sampai masalah tersebut selesai, karena tuntutan mereka belum diakomodir oleh pemerintah.
• Jadwal Tes SKD CPNS Sarolangun Diperkirakan Februari, Simak Perkembangannya di Sini
• Lagi Asyik Nongkrong, Pasangan Remaja di Merangin Jadi Korban Begal
• VIDEO: Detik-detik Korban Hanyut di Bungo Ditemukan, Sempat Terbawa Arus Puluhan Kilometer
"Mungkin kami bisa satu bulan di sini, sebelum ada keputusan," katanya.
Menurutnya, selama ini masyarakat sudah ditipu oleh pejabat yang hanya janji-janji saja.
"Sudah capek dari tahun 2012 sampai saat ini belum ada titik terang, alasannya menuggu dari pusat, lagian masyarakat ke mano lagi nak ngadu," katanya.
Katanya, masyarakat yang terdiri dari orang tua, muda, anak-anak, masih akan tetap bertahan meski sampai berbulan-bulan, mereka akan tetap mendirikan tenda di Kantor Bupati Sarolangun.
"Hingga kepastian datang, tengok ni, makan basing bae, kelaparan, pingsan tadi ada, terlambat makan. Mungkin kami minta samo pejabat yang ado di sini," katanya.