Meninggal di Atas Kapal, Jenazah ABK Dibuang ke Laut, Begini Reaksi Keluarga!

VIRAL jenazah seorang anak buah kapal atau ABK asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Alfatah di buang ke laut.

handover  
VIRAL Jenazah Pelaut Dibuang ke Tengah Samudera tanpa Sepengetahuan Agen, Ini Reaksi Keluarga  

Sementara keluarga diingatkan untuk tidak gampang menerima kabar burung yang belum dapat dikonfirmasi.

"Akhirnya besoknya kita mendapatkan surat resmi dari KBRI Bangkok mengenai masalah ini," tuturnya kepada Tribun Bali di ruang kerjanya, kemarin.

Pada akhirnya jenazah Sutrisna dipulangkan ke Bali pada 22 Desember 2019 menggunakan maskapai Thai Airways dan seluruh biaya ditanggung oleh asuransi.

Penyebab Kematian

Meninggalnya Sutrisna di kapal pesiar Celebrity Ship masih menyisakan tanda tanya.

Apakah menjadi korban pembunuhan atau bunuh diri.

Arda pun menyatakan belum mengetahui betul penyebab kematian Sutrisna.

Ia juga belum mengetahui apakah yang bersangkutan mempunyai masalah di tempatnya bekerja atau tidak.

Pihak Disnaker Bali hanya menerima pemberitahuan dari KBRI Bangkok bahwa Sutrisna ditemukan meninggal di kamar mandi dengan kondisi tergantung.

Dikarenakan belum diketahui secara pasti, Arda telah meminta bantuan kepada KBRI Bangkok untuk kembali menelusuri penyebab kematian Sutrisna.

"Tadi (kemarin, red) sudah kita telepon KBRI agar menelusuri penyebabnya, kalau ada tanda-tanda seperti itu (leher terjerat tali) bagaimana," kata Arda.

Saat ini, KBRI sedang melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian setempat.

Oleh karena itu, Arda masih menunggu hasil yang didapatkan oleh KBRI Bangkok.

Berdasarkan data BP3TKI, Sutrisna berangkat pada 2015 melalui agen tenaga kerja (manning agency) yaitu PT Ratu Oceania Raya Bali.

"Dia berangkat diurus oleh manning agency," kata Soleh Hidayat.

Soleh Hidayat menambahkan, pihaknya tidak ikut dalam urusan memberangkatkan yang bersangkutan.

Hal itu dikarenakan bagi pelaut yang sudah berangkat melalui manning agency maka tidak lagi melalui BP3TKI.

"Kita juga belum bisa memproses secara resmi soal pelaut karena badannya aturannya belum ada. Jadi untuk di BP3TKI belum bisa memproses secara langsung," tuturnya.

Komang Sutrisna Putra
Komang Sutrisna Putra (dok/istimewa)

Saat dikonfirmasi, Direktur PT Ratu Oceania Raya Bali I Nengah Yasa Adi Susanto mengakui pihaknya yang pertama kali memberangkatkan Sutrisna ke kapal pesiar.

"Kalau tidak salah sudah empat kali berangkat," katanya saat dikonfirmasi tadi malam.

Dijelaskan, Sutrisna pertama kali diberangkatkan pada 2015.

Ia bekerja di kapal pesiar Celebrity Cruises yang merupakan anak perusahaan dari Royal Caribbean.

Sebelum diberangkatkan, Sutrisna menempuh pendidikan di PT Ratu Oceania Raya Bali guna memenuhi dasar kompetensi yang ditentukan.

Setelah menempuh pendidikan kemudian dilakukan wisuda. Setelah melewati tes wawancara, Sutrisna akhirnya diberangkatkan.

Yasa Adi Susanto menjelaskan pihaknya memfasilitasi Sutrisna hanya pada keberangkatan pertama kali.

Untuk berangkat selanjutnya, para pekerja hanya perlu berkomunikasi dengan pihak di mana tempatnya bekerja.

Selain itu, pekerja yang berangkat lebih dari satu kali juga sudah bisa mengurus dokumennya secara mandiri.

"Jadi tanpa agen pun dia bisa berangkat kedua kali dan seterusnya," tuturnya.

Namun hal itu hanya khusus bagi mereka yang bekerja di Royal Caribbean dan Celebrity Cruises.

Sementara bagi perusahaan lain biasanya mewajibkan para pekerjanya untuk melakukan report ke agen yang memberangkatkan.

"Jadi masing-masing perusahaan punya policy tersendiri," kata Yasa Adi, yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali.

Namun menurutnya, Sutrisna pernah berkomunikasi dan melakukan report ke PT Ratu Oceania Raya Bali sekitar April 2019.

Pada saat itu PT Ratu Oceania Raya masih bekerja sama dengan perusahaan tempat Sutrisna bekerja.

Akan tetapi sejak Juli 2019, kontrak kerja sama antara PT Ratu Oceania Raya sudah terputus dengan perusahaan tersebut.

Meski sudah putus kontrak, dirinya mengaku tetap memfasilitasi pemulangan jenazah Sutrisna hingga tiba di rumah duka.

Pihaknya melakukan proses pemulangan jenazah Sutrisna bekerja sama dengan Disnaker ESDM Bali dan BP3TKI Denpasar.

"Syukur kemarin sudah datang dan kami sudah serahkan ke keluarga," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul TERNYATA Ini Alasan Jenazah Pelaut Enrekang Dibuang ke Laut, Reaksi Keluarga di Baraka

Dan di Tribun Bali berjudul Meninggal di Kapal Pesiar dengan Bekas Jeratan di Leher, Penyebab Kematian Sutrisna Masih Misteri 

  •  
 


Editor: heri prihartono
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved