Sertifikat Setara Latihan Dasar, Ini Persoalan yang Dihadapi Lulusan BLK di Tanjab Timur
Hanya mampu mengeluarkan sertifikat setara latihan dasar, lulusan Balai latihan kerja (BLK) Tanjabtim kesulitan tembus perusahaan besar.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Sertifikat Setara Latihan Dasar, Ini Persoalan yang Dihadapi Lulusan BLK di Tanjab Timur
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Hanya mampu mengeluarkan sertifikat setara latihan dasar, lulusan Balai latihan kerja (BLK) Tanjabtim kesulitan tembus perusahaan besar.
Secara tidak langsung keberadaan BLK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sendiri sangat membantu dan menjadi solusi tersendiri, terutama bagi kalangan milenial bahkan di luar golongan tersebut.
Mengingat pelatihan kerja menjadi salah satu solusi bagi mereka yang tidak dapat melanjutkan jenjang perguruan tinggi setelah tamat SMA atau dibawahnya. Sehingga dengan mengikuti pelatihan mereka dapat memiliki keterampilan dan skill terutama untuk dunia kerja.
Seperti dikatakan Ragil (22) satu dari alumni BLK jurusan teknik (bengkel). Meski belum bisa menghasilkan uang secara pasti dari hasil pelatihan tersebut, namun dirinya merasa terbantu dengan keterampilan yang didapatnya.
• VIDEO: Heboh Muncul Lagi Kerajaan Sunda Empire di Bandung, Gunakan Seragam Bak Militer
• Dianggap Buat Macet, Ratusan Lapak Pedagang di Pasar Singkut Dibongkar Satpol PP
"Zaman saat ini kalau tidak memiliki keterampilan dan kemampuan tidak akan bisa mandiri. Setidaknya dengan mengikuti pelatihan BLK saya punya bekal untuk maju meski belum untuk sekarang," ujar Pemuda asli Sabak Timur tersebut.
Dengan keahliannya sebagai 'dokter' kuda besi tersebut, dirinya sering sekali membantu rekannya yang memiliki bengkel dan sedikit banyak sudah tahu bagaimana cara mengolah mesin.
"Harapan kedepan dengan ilmu yang saya dapat ini dapat menjadi pegangan di masa mendatang," tambahnya.
Meski demikian BLK sendiri memiliki keterbatasan, terutama dari hal sertifikasi yang dihasilkan hanya sebatas sertifikat pelatihan dasar yang belum bisa digunakan untuk bekerja di perusahaan besar dan ternama.
Hal tersebut dikatakan Kadis Nakertrans Tanjabtim Marion Toni, untuk BLK sendiri memang masih di bawah Dinas Nakertrans dan dirinya juga mengakui masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi baik prasarana, ruangan maupun lainya.
"Terutama terkait sertifikat yang kita keluarkan masih sertifikat pelatihan dasar (pemula). Jadi cakupannya terbatas meski selain sertifikat mereka juga sudah mengikuti uji kompetensi," ujarnya.
Dikatakannya pula, para peserta sebenarnya bisa meningkatkan sertifikat mereka namun harus kembali mengikuti pelatihan lagi di Provinsi baru bisa naik tingkat.
"Tetapi kalau untuk bengkel, menjahit dan las masih bisa menggunakan sertifikat tadi meski sifatnya dasar. Berbeda untuk bidang lainnya yang lebih rumit," jelasnya.
Menurutnya, bisa saja BLK ini membuka bermacam bidang pelatihan yang nantinya diusulkan terlebih dahulu kementerian. Namun biasanya pengajuan tadi dapat dikabulkan tentunya harus diimbangi dengan adanya sarana yang memadai.
Untuk itu untuk fasilitas penganggarannya melalui APBD, namun untuk teknis dan pelaksanaannya memang dari kementrian. (usn)