Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Perusahaan Kurang Terbuka, Penyaluran Pencari Kerja di Tanjab Timur Tak Maksimal

Komunikasi antara pemerintah dan pihak perusahaan yang tak berjalan baik menjadi faktor penyaluran tenaga kerja di Tanjabtim tidak maksimal.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kepala Disnakertrans Kabupaten Tanjab Timur Marion Toni. 

Perusahaan Kurang Terbuka, Penyaluran Pencari Kerja di Tanjab Timur Tak Maksimal

TRIBUNJMABI.COM, MUARA SABAK - Komunikasi antara pemerintah dan pihak perusahaan yang tak berjalan baik menjadi faktor penyaluran tenaga kerja di Tanjabtim tidak maksimal. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Tanjab Timur Marion Toni, saat disambangi Tribunjambi.com di ruang kerjanya. 

Dikatakan Marion, dalam melakukan penyaluran tenaga kerja ke pihak perusahaan yang ada di Tanjabtim sendiri sejauh ini masih belum efektif.

Banyak hal yang mempengaruhi hal tersebut, salah satu masalah komunikasi yang kurang baik antar dua instansi tadi perusahaan dan pemda. Dimana saat ini masih banyak perusahaan yang enggan terbuka terkait kebutuhan tenaga kerja mereka.

Lagi Nyeberang Jalan, Patmawati Meninggal Ditabrak Motor Ninja

Tender Proyek di Batanghari Masih Kosong, Kepala UKPBJ Batanghari Beberkan Penyebabnya

Klasemen Sementara Gubernur Cup 2020, Sarolangun dan Batanghari Tersingkir

"Banyak perusahaan di sini ini yang enggan melaporkan kebutuhan tenaga kerja mereka, sehingga kita tidak bisa memaksimalkan pencaker [pencari kerja] dari kartu kuning yang kita keluarkan," ujarnya, Rabu (15/1).

Dia berharap, jika pihak perusahaan membutuhkan tenaga kerja baik lepas ataupun tetap semisal satpam bisa berkoordinasi dengan Dinas. 

"Peran kita hanya membantu untuk mengsosialisasikan saja, untuk teknisnya nanti seleksi atau tes itu sudah menjadi internal mereka kita intinya ada koordinasi sehingga kita bisa kabarkan ke masyarakat," tambahnya.

"Maaf ngomong masih banyak perusahaan yang tidak mau terbuka," tambahnya.

Pemda sendiri sudah pernah mengadakan Jobfair bagi para pencari kerja. "Meskipun kita sudah buka peluang namun lagi-lagi dari pihak perusahaan kurang merespon hanya ada beberapa perusahaan saja yang mengirimkan kebutuhan lowongan mereka, dan perusahaan baru sementara lainnya tidak ada," kata Marion.

"Selain itu kadang jobfair yang kita lakukan tidak pas dengan jadwal kontrak kerja karyawan diperusahaan, sehingga saat kita adakan jobfire mereka belum ada putus kontrak atau butuh tenaga baru. Sebabnya Koordinasi yang belum baik," pungkasnya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved