Perang Iran-AS Dimulai, Pengamat Politik Analisa Posisi Indonesia
Peperangan Iran-Amerika paska terbunuhnya Jenderal Qassem Soleimeni tidak bisa dihindari, selama jumlah negara "elite" di level internasional
Seruan Presiden Iran Hassan Rouhani agar Indonesia bergerak secara objektif melalui mekanisme PBB harus diartikan sebagai upaya memperkenalkan nilai-nilai idealisme kemanusiaan harus dimenangkan di atas nilai-nilai pragmatis politik.
Hal itu tidak akan pernah tercapai selama manusia berwajah munafik, misalnya memperkenalkan nilai-nilai demokrasi dan memperjuangkan hak asasi manusia, tetapi pada saat bersamaan demokrasi dan HAM dilecehkan melalui perang dengan segala alasan yang dibuat-buat.
Kemunafikan semacam ini sering kali dipertontonkan oleh negara-negara super power secara telanjang kepada mata dunia internasional.
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
*Penulis adalah Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perang Iran-Amerika Sudah Dimulai, Ini Peran yang Harus Dimainkan Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/video-detik-detik-serangan-balasan-iran-ke-pangkalan-militer-amerika-srikat-di-irak.jpg)