Harga Kelapa Dalam Naik, Petani di Tanjab Barat Mulai Sumringah "Jadi Bisa Bernapas"

Setelah sekian lama, harga kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai merangkak naik. Warga jual kelapa saat ini Rp 1,5 ribu per biji.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin
Harga kelapa dalam di Tanjab Barat mulai naik. 

Harga Kelapa Dalam Naik, Petani di Tanjab Barat Mulai Sumringah "Jadi Bisa Bernapas"

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Setelah sekian lama, harga kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai merangkak naik. Warga jual kelapa saat ini Rp 1,5 ribu per biji.

Harga kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat membuat masyarakat sumringah. Sebab setelah beberapa bulan terakhir harga kelapa dalam anjlok, hingga Rp 600 per bijinya.

Akibat harga yang begitu murah, kelapa banyak membusuk dikarenakan tidak diterima tengkulak.

Dengan kenaikan pun membuat petani kelapa turut berbahagia, dikarenakan pendapatan masyarakat meningkat.

Tertibkan Aset Pemerintah, Semua Mobil Dinas Pejabat Sarolangun Dipasang Stiker Pemkab

Bos Batanghari Ekspres Dirampok, Tiga Orang Bersenjata Api Gasak Uang Rp400 Juta Terekam CCTV SPBU

Alasan Selingkuh, Ratusan Istri di Sarolangun Gugat Cerai Suami

Meli, salah satu warga Keluaran Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengucap syukur atas kenaikan harga tersebut. Sebab dengan kenaikan ini membuat perekonomian masyarakat membaik.

"Alhamdulillah, sudah sekian lama harga anjlok, sekarang mulai naiklah. Jadi bisa bernapas, apalagi bagi yang punya anak sekolah," ungkapnya.

Dia mengharapkan harga itu dapat bertahan lama. Sebab bertani kelapa menjadi ujung tombak penghasilan masyarakat.

Sebagai diketahui bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki komoditas utama pertanian yaitu Kelapa Dalam.

Sementara itu Bahrudin, Pengepul Kelapa Dalam di RT 07, Dusun Bahagia, Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengatakan harga yang sudah membaik itu mulai berdampak pada masyarakat dan penjulannya.

Sebab dengan harga yang membaik itu masyarakat mulai merawat kelapa dengan baik. Bahkan kelapa dari masyarakat yang diterimanya cukup baik.

"Sekarang itu warga banyak jual kelapanya, alhamdulillah lah. Dulu tak karuan, entah dirawat entah idak," katanya.

Sementara untuk harga, Bahrudin menuturkan penjualannya bervariasi antara kiloan atau bijian.

"Kelapa dalam dari masyarakat itu kalau per kilo seharga Rp 1,8 ribu. Kalau per biji dijual dengan harga Rp 1,5 ribu," ujarnya.

Kelapa dalam itu kata Bahrudin dijual ke Provinsi Riau dan pulau Jawa dan sekitarnya. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved