Info BPJS Kesehatan

Kegiatan Co-Ex menjadi Alternatif Penguatan Sinergi Kepatuhan Badan Usaha

BPJS Kesehatan Cabang Jambi kembali melakukan kegiatan CO-Ex kepada badan usaha yang berada di wilayah kerjanya

Kegiatan Co-Ex menjadi Alternatif Penguatan Sinergi Kepatuhan Badan Usaha
Istimewa
BPJS Kesehatan Cabang Jambi kembali melakukan kegiatan CO-Ex kepada badan usaha yang berada di wilayah kerjanya 

Kegiatan Co-Ex menjadi Alternatif Penguatan Sinergi Kepatuhan Badan Usaha

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah mendulang sukses sebelumnya dalam pelaksanaan Compliance Express for Company (CO-Ex) dengan pencapaian penambahan iuran peserta Rp 47 juta, BPJS Kesehatan Cabang Jambi kembali melakukan kegiatan CO-Ex kepada badan usaha yang berada di wilayah kerjanya.

CO-Ex merupakan layanan cepat yang didukung sinergi lintas bidang, yang memiliki tujuan untuk menjaga compliance (kepatuhan) badan usaha dalam memenuhi regulasi yang diatur, yakni registrasi badan usaha, penambahan, penonaktifan peserta serta perubahan data peserta JKN-KIS untuk meningkatkan pendapatan iuran organisasi BPJS Kesehatan. Fokus layanan Co-Ex adalah sinergi, cepat dan pendapatan.

Bertempat di aula BPJS Kesehatan Cabang Jambi pada 1 Oktober 2019, setelah beberapa waktu lalu BPJS Kesehatan telah mengundang 20 perusahaan besar yang telah terdaftar dalam masterfile kepesertaan BPJS Kesehatan untuk kemudian dilakukan pemadanan data, kini BPJS Kesehatan kembali mengundang 35 badan usaha yang difokuskan kepada badan usaha yang merupakan provider BPJS Kesehatan.

Badan usaha itu terdiri dari Rumah Sakit Swasta serta Klinik Pratama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Dengan mekanisme Compliance Express, pihak badan usaha yang diundang akan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas pemeriksa dalam hal kepatuhan penyampaian data pekerja meliputi kelengkapan dan kebenaran upah serta tunjangan tetap yang telah dilaporkan. Apabila ditemukan selisih data atau ketidaksesuaian upah maka akan langsung ditindaklanjuti oleh relationship officer untuk dilakukan pemutakhiran data melalui aplikasi e-Dabu” kata Rizky Sistazha, Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Cabang Jambi.

“Kemudian, apabila terdapat ketidaksesuaian antara upah yang dilaporkan kepada BPJS Kesehatan dengan upah yang sebenarnya berdasarkan data pembayaran gaji yang dibawa oleh PIC Badan Usaha, maka pemutakhiran data upah tersebut akan dilakukan langsung oleh staf penagihan dan keuangan,“ tambah Rizky

Secara keseluruhan proses yang dilalui oleh badan usaha melalui Co-Ex tersebut hanya memakan waktu tidak lebih dari 2 jam kerja.

Apabila ada data yang tidak sesuai antara masterfile BPJS Kesehatan dengan data kepegawaian dari badan usaha, semua langsung diproses on site.

"Tujuan kami kali ini mengundang badan usaha yang terdiri dari provider atau fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah ingin mengajak mereka turut serta mengikuti regulasi yang berlaku tentang jaminan sosial," tuturnya.

Halaman
12
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved