Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Prediksi Ekonomi Indonesia 2020, Ini yang Bakal Terjadi Menurut Bank Dunia, Risiko Geopolitik

Selain itu, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang terus berlanjut akan mengakibatkan ini di Indonesia

Tayang:
Editor: Duanto AS
(shutterstock.com)
Ilustrasi perang dagang AS vs China 

Prediksi Ekonomi Indonesia 2020, Ini yang Bakal Terjadi Tahun Depan Menurut Bank Dunia, Risiko Geopolitik 

TRIBUNJAMBI.COM - Bagaimana prediksi eknomi Indonesia 2020?

Isi ramalan ekonomi Indonesia 2020 menjadi isu pembicaraan menarik.

Berdasarkan ramalan ekonomi 2020, ini yang bakal terjadi akibat perang dagang Amerika dan China.

Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 mencapai 4,8 persen, lebih rendah dibanding tahun ini.
Perlambatan ekonomi Indonesia ini masih dipengaruhi nilai ekspor dan investasi yang menurun.
Selain itu, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang terus berlanjut juga memicu lambatnya perekonomian.

Tiga Hari Main Mobile Legends, Pria Ini Mendadak Kejang dan Kritis: Game Online Harus Dibatasi

Syahrini Blak-blakan Bongkar Pekenalan Pertama dengan Reino Barack 3 Tahun Lalu, Kenapa Sekarang?

Ashanty Mulai Cium Gelagat Tak Biasa Atta Halilintar dan Aurel Hermanysah, Akhirnya Beri Pengakuan

"Kita melihat dari segi faktor ekspor yang menurun, kemudian dari segi jalur transmisi investasi yang sepertinya kita tidak menikmati kenaikan seperti 10 tahun lalu. Biasanya setelah Pemilu ada kenaikan investasi. Tetapi, karena masalah perang dagang dan geo politik sepertinya akan sulit buat kita alami di tahun depan," jelas Direktur Program Indef, Berly Martawardaya, dalam acara 'Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020, di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Kekuatan ekonomi Tanah Air selama ini masih bertumpu terhadap konsumsi terutama konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2019 menyumbang sebesar 5,01 persen.

Namun, angka ini lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,17 persen. Pendorong lainnya, yaitu berupa belanja pemerintah dari penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Dari segi konsumsi masih akan stabil, tidak banyak perubahan, dan APBN-nya tidak ekstra ekspansif. Prediksi kami tahun lalu cukup akurat, sampai tahun lalu prediksi 5,0 (persen) banyak yang bilang rendah. Nyatanya, 5,0 sampai plus minus 5,05 (persen) cukup akurat dan sepertinya akan menjadi nyata tahun ini. Ini membuktikan keakuratan proyeksi kami," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir masih optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan mencapai 5,3 persen.

"Kalau saya, saya optimis bisa 5,3 persen. Bahkan kalau omnibus law-nya selesai, itu bisa lebih tinggi dari 5,3 persen. Karena alasannya, ketegangan AS-China sudah mulai mereda. Sudah mulai ada titik temu," katanya.

Adanya kedua faktor, yakni omnibus law dan meredanya perang dagang tersebut, dipastikan permintaan secara global akan naik. Selain itu, nilai investasi ke Indonesia bakal meningkat.

"Investasi ke Indonesia akan meningkat dengan adanya omnibus law bisa ciptakan lapangan kerja dan perpajakan tadi," ucapnya.

Bank Dunia Prediksi Merosot

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal merosot ke bawah 5 persen pada tahun 2020 mendatang.

Tidak hanya itu, Bank Dunia juga memperingatkan parahnya arus modal asing yang keluar dari Indonesia, sejalan dengan risiko-risiko global, termasuk memanasnya perang dagang AS dan China.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (10/9/2019), proyeksi tersebut dikabarkan telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Ilustrasi perang dagang
Ilustrasi perang dagang ((shutterstock.com))

Presentasi tertanda bulan September 2019 dan menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9 persen tahun depan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved