Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Apa Sebenarnya Kanker Kolorektal? Nomor Dua Kanker yang Banyak Menyerang Kaum Pria di Indonesia

Kanker kolorektal menjadi salah satu kanker yang banyak menyerang kaum pria di Indonesia. Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus

Editor: rida
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI 

TRIBUJAMBI.COM- Kanker kolorektal menjadi salah satu kanker yang banyak menyerang kaum pria di Indonesia. Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum).

Merujuk Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2014, prevalensi kanker/tumor di Indonesia sebesar 1,4/1.000 penduduk.

Dari data tersebut, jenis kanker yang paling banyak diidap oleh laki-laki di Indonesia adalah kanker paru dan kolorektal.

Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kanker kolorektal diproyeksikan jumlah pengidapnya terus meningkat.

Perkiraan itu didasarkan pada perubahan gaya hidup masyarakat urban.

KRONOLOGI Wendy Red Velvet Jatuh Saat Latihan, Tulang Panggul dan Pergelangan Tangan Patah

Ahli Hukum Ungkap Keanehan, Sosok Polisi Aktif Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

Ditangkap polisi, Ini Pengakuan Ibu-ibu yang Tega Menampar Bocah SD. Ternyata Kesal Karena Anaknya

Gejala idap kanker kolorektal

Kanker yang menyerang bagian usus besar dan rektum ini awalnya bisa muncul karena pertumbuhan sel tidak ganas (adenoma).

Sel tersebut semula berbentuk polip yang dapat diangkat.

Namun, saat dibiarkan tidak tertangani, sel berpotensi berubah menjadi kanker.

Saat polip berubah menjadi kanker, lazimnya disertai beberapa gejala berikut:

  • Berdarah saat buang air besar
  • Diare dan sembelit tanpa sebab bahkan berlangsung lebih dari enam minggu
  • Merasakan buang air besar yang tidak tuntas
  • Penurunan berat badan dengan cepat tanpa sebab
  • Rasa sakit atau kram di perut
  • Badan terasa lemah serta lemas

Cara mendeteksi

Kanker kolorektal dapat dideteksi sejak dini dengan kolonoskopi.

Prosedur pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter penyakit dalam konsultan saluran pencernaan dengan menggunakan alat kolonoskop, yakni alat berupa selang lentur berdiameter kurang lebih 1,5 cm yang dilengkapi dengan kamera.

Dokter biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga 60 menit untuk menyelesaikan pemeriksaan ini dengan didahului pemberian obat bius pada pasien.

Saat melakukan pemeriksaan, dokter dapat mengambil sampel jaringan dari usus besar untuk diperiksa di bawah mikroskop (biopsi).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags
kanker
usus
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved