Bus Trans Siginjai Koridor II Kekurangan Halte, Dishub Jambi Siapkan Rp600 Juta

Sejak mulai beroperasi pada 4 Desember 2019 lalu, Bus Trans Siginjai koridor II rute Sengeti - Bandara masih kekurangan halte.

Bus Trans Siginjai Koridor II Kekurangan Halte, Dishub Jambi Siapkan Rp600 Juta
Tribunjambi/Zulkifli
Warga Sedang Menunggu Bus, di Halte Trans Siginjai Ruas Jalan Lintas Timur Desa Senaung Kecamatan Jaluko Muaro Jambi 

Bus Trans Siginjai Koridor II Kekurangan Halte, Dishub Jambi Siapkan Rp600 Juta

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejak mulai beroperasi pada 4 Desember 2019 lalu, Bus Trans Siginjai koridor II rute Sengeti - Bandara masih kekurangan halte.

Angkutan umum milik Pemerintah Provinsi Jambi ini masih bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat selama ujicoba hingga 31 Desember 2019 mendatang.

Namun, pengoperasian Bus Trans Siginjai koridor II ini masih dikeluhkan masyarakat karena minimnya halte. Seperti yang diungkapkan Yanti seorang pegawai yang bekerja di Sengeti Muaro Jambi.

Menurutnya, beroperasinya Bus Trans Siginjai di rute Sengeti - Bandara sangat membantu terutama bagi pegawai Muarojambi yang tinggal di Kota Jambi.

Kapolda Jambi Berang Aksi Bripka Eko Bawa Kabur Terduga, Adang Rombongan Pakai Mobil Pajero

VIDEO: Pesawat Mengangkut 100 Penumpang Jatuh di Kazakhstan, 7 Orang Tewas

"Ini sangat bagus, tapi tu tadi haltenya masih kurang, banyak pegawai-pegawai dan guru yang mau makai, tapi halte tempat turunnya jauh, kalau turun di halte yang ada sekarang harus jalan lagi," katanya, Sabtu (28/12/2019).

Dia berharap supaya Pemerintah bisa menambah jumlah halte dan menempatkan di lokasi dekat Sekolah dan  perkantoran.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Vahrial Adhi Putra melalui Kabid Perhubungan Darat Wing Gunariyadi megakui bahwa keluhan tersebut sudah banyak disampaikan ke Dinas Perhubungan, bahkan Wakil Bupati Muaro Jambi pun juga meminta halte tersebut ditambah.

"Kemarin itukan perubahan kita hanya punya waktu sedikit untuk mengadakan halte guna mendukung ujicoba di bulan ini," kata Wing.

Saat ini kata Wing Jumlah halte yang ada hanya 20 unit, kiri kanan masing-masing 10 unit dengan model portable.

Untuk penambahan akan dilakukan tahun depan dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 600 Juta.

Namun untuk jumlah unitnya belum bisa dipastikan. Dan modelnya pun masih portable. "Kita tidak bisa bangun yang modelnya besar dan permanen, karena lahanya tidak ada," ujar Wing.

Untuk lokasi halte barupun kata Wing akan dilakukan survey terlebih dahulu untuk menentukan di titik mana saja akan dibangun.

Diungkapkannya animo masyarakat yang menggunakan Bus Trans Siginjai di rute Bandara - Sengeti ini cukup tinggi. Perhari bisa mencapai 50-60 orang, terutama para pegawai.

"Saat ini masih gratis hingga 31 Desember 2019. Mulai 1 Januari besok sudah akan diberlakukan tarif Rp 5000 dari Sengeti ke bandara dengan satu tarif," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved