Natal di Jambi

Romo Yohannes Haryanto Pimpin Misa Natal di Gereja Santo Gregorius Agung, Jambi

Romo Yohannes Haryanto Pimpin Misa Natal di Gereja Santo Gregorius Agung, Jambi

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Romo Yohannes Haryanto Pimpin Misa Natal di Gereja Santo Gregorius Agung, Jambi 

Romo Yohannes Haryanto Pimpin Misa Natal di Gereja Santo Gregorius Agung, Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hari ini Sabda menjadi daging. Allah hadir menjelma manusia menjadi teladan hidup. Dari yang tidak tampak menjadi tampak, firman menjadi daging, dari Roh menjadi manusia.

Arti Allah hadir itu disampaikan Romo Yohannes Haryoto, saat memimpin Misa Natal di Gereja Santo Gregorius Agung, Jambi, Rabu (25/12/2019).

Romo itu menyampaikan kehadiran Kristus ke dunia untuk mengubah paradigma, mengubah alam semesta yang memiliki cahaya perubahan dan hidup dalam terang Roh Kudus.

Tema Natal 2019 yaitu 'Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang".

Dapat Remisi Natal, 10 Napi Klas IIB Muara Bulian Langsung Bebas Hari Ini

PESAN Natal Presiden Jokowi, Menhan Prabowo dan Menko Mahfud MD : Kedamaian Untuk Bangsa Indonesia

Deretan Film Horor Pendek Isi Liburan Natal & Tahun Baru 2020, Tonton Sendirian Biar Lebih Greget!

VIDEO : 6 Kasus Kerusuhan di Tanah Air Sepanjang Tahun 2019, Hoaks, Rasis hingga Salah Paham

Romo sebut semua umat manusia dapat menjalin persahabatan selagi ada sukacita, kerjasama, wujud syukur, semangat dan kebersamaan yang penuh warna.

Jika ingin bersahabat disertai dengan tanda tanda. Begitupun jika ingin bersahabat dengan Allah yang lahir. Sebab kelahiran Kristus yang berasal dari Roh menjadi daging dijadikan teladan hidup.

"Kehadiran Kristus mengubah pandangan hidup, kehadiran Kristus mengubah Paradigma, mengubah alam semesta, mengubah yang gelap menjadi terang," jelas Romo.

Misa Natal di Gereja Santo Gregorius Agung Jambi
Misa Natal di Gereja Santo Gregorius Agung Jambi (Tribunjambi/Darwin Sijabat)

Seharusnya kata Romo Haryoto, umat manusia dipenuhi rasa kagum dan tidak terjebak dalam kelemahan duniawi. Melainkan dengan kehadiran Sang Juru Selamat manusia dapat bersyukur dan bersukacita surgawi.

Romo mengungkapkan, seringkali umat manusia mengharapkan mukjizat, mengalami kehadiran Allah yang luar biasa.

"Allah tidak menampak diri secara 'extraordinary' (luar biasa). Dia hadir mengenakan manusia biasa. Dia hadir sebagai bayi yang terbungkus lampin dan terbaring dalam palungan," katanya.

Dia (Yesus) seperti biji yang terjatuh ke tanah lalu tumbuh tanpa bersuara, dan terus bertumbuh menjadi guru besar.

"Kita harus rela jatuh, rendah hati, tumbuh tanpa suara, mencintai sesama, dan menjadi sahabat bagi semua orang," tutupnya.

Romo Yohannes Haryanto Pimpin Misa Natal di Gereja Santo Gregorius Agung, Jambi (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved