Konflik Lahan
Perusahaan Diminta Kooperatif, Konflik Lahan Banyak Bersinggungan Perusahaan dan Masyarakat
Permasalahan konflik lahan kerap kali menjadi persoalan yang terjadi di Kabupaten Muarojambi. Konflik lahan ini juga rerata bersinggungan
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Permasalahan konflik lahan kerap kali menjadi persoalan yang terjadi di Kabupaten Muarojambi. Konflik lahan ini juga rerata bersinggungan antara masyarakat dengan perusahaan.
Untuk itu, Asisten II Setda Kabupaten Muarojambi, David Rozano mengimbau kepada seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Muarojambi untuk dapat menghargai hak-hak tanah milik masyarakat. Selain itu, jika konflik lahan tersebut sudah masuk dalam tim terpadu Kabupaten Muarojambi, diharapkan pihak perusahaan bersikap kooperatif.
"Saya selaku anggota tim terpadu berharap kepada perusahaan-perusahaan untuk kooperatiflah ya, kasihan masyarakat yang dirugikan," ujarnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan, tim terpadu selalu memberikan solusi terhadap konflik-konflik lahan yang terjadi di Kabupaten Muarojambi. Termasuk konflik yang melibatkan perusahaan dan sejumlah masyarakat, terlebih dalam gabungan kelompok.
Solusi yang biasa dilakukan tim terpadu yakni dengan melakukan musyawarah dengan memanggil kedua belah pihak yang bersengketa. Pertemuan musyawarah inilah yang diperlukan guna menekan terjadinya konfik yang berlebih dilapangan.
"Nanti dengan ketidaksabaran dari masyarakat menjadi emosi sehingga mereka (red-masyarakat) bisa bertindak lebih, ribut-ribut mereka. Jadi tim terpadu memang semaksimal mungkin untuk menekan hal itu," terang David.
"Jadi kepada perusahaan, kami minta kooperatif dalam menyelesaikan masalah jika memang ada masalah yang harus diterangkan dan untuk diselesaikan," pungkasnya.