Dua Sekolah Hangus di Tanjabbar
GALERI FOTO: Guru dan Siswa Bersihkan Puing-puing, Dua Sekolah Hangus Terbakar di Tanjabbar
Murid dan guru bantu bersihkan puing-puing sekolah. Kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan. Ini foto-fotonya
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
Siswa Termenung Sedih, Sekolah Terbakar di Tanjabbar, Ratusan Murid Harus Numpang Mulai Hari Ini
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Puluhan ruangan sekolah rata dengan tahah dilahap si jago merah. Siswa terpaksa menumpang di Madrasah Ibtidaiyah, Rabu (18/12/2019).
Si jago merah mengamuk hingga meratakan bangunan sekolah MTSN 3 Pengabuan dan MA Teluk Nilau sekitar pukul 1.00 WIB dini hari tadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjambi.com di lapangan, awal mula api terlihat membesar di atap ruang kamar mandi milik MTSN.
Namun karena bangunan yang berbahar dasar kayu, api cepat membesar dan meratakan bangunan.
Dikarenakan bangunan MTSN dan MA berdekatan, sehingga api merembes ke bangunan sekolah tersebut.

Hamise, Kepala Sekolah MTSN 3 mengungkapkan kesedihannya dan mengaku hanya berpasrah atas kejadian yang menimpa sekolah yang dipimpinnya itu.
Atas kejadian itu menyebabkan kerugian hingga ratusan juta.
Sebab barang berharga milik sekolah ataupun guru seperti laptop, komputer, server dan lainnya tidak dapat diselamatkan.
Harusnya, kata Hamise sebanyak 275 siswanya pada Sabtu (21/12/2019) depan akan melangsungkan pengambilan rapor.
Namun apa daya, musibah tidak dapat dihindari, server, komputer dan laptop milik sekolah dan guru yang dijadikan input data rapor siswa ikut terbakar.

"Komputer dan laptop tertinggal d iruangan laboratorium, soalnya hari sabtu ini siswa terima rapor, guru lagi input data," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi itu, Hamise mengatakan pihaknya bersama guru dan orang tua akan bermusyawarah bersama terlebih dahulu.

Selain itu barang penting ikut hangus dilalap Sijago Merah yaitu ijazah dan SKHUN milik sekolah lain yang belum diambilkan. Jumlahnya 98 berkas Ijazah MTS.
Fitri, Siswa MA mengaku sedih atas kejadian yang menimpa sekolahnya. Kini bangunan yang dijadikan tempat menimba ilmu itu rata dengan tanah akibat si jago merah.

(Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
.