Siapa Sebenarnya Ustadz Basith?Pemuda Indonesia yang Mengajar Hapalan Alquran di Masjidil Haram

Ada yang menarik dari sosok Ustadz Basith yang mengajar Alquran di Masjidil Haram.

Editor: Heri Prihartono
Instagram @yusufmansurnew  
Ustadz Basith asal Indonesia mengajar hapal Alquran di Masjidil Haram  

Di usianya sekarang 22 tahun, ia sudah mencuri perhatian masyarakat dunia.

Pemuda Indonesia ini didaulat menjadi Imam tetap di Mekkah, Arab Saudi sejak usia 15 tahun.

Ustadz Asal jadi Imam Masjid di Mekkah
Ustadz Asal jadi Imam Masjid di Mekkah (Facebook)

Pemuda itu bernama Syekh Asal Syubah bin Haji Yanto al-Makki al-Banjari. Akrab disapa Ustadz Asal.

Ia adalah anak angkat Guru Syairazi Kandangan dan anak angkat Imam Masjidil Haram Syekh Dr Hasan Bukhari.

Kisah ustaz Asal seketika menjadi viral setelah diunggah ke Facebook oleh Nur Hidayatullah Yuzarsif, Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang.

Melalui unggahannya, Nur Hidayatullah menceritakan panjang lebar tentang sosok ustaz Asal.

Disebutkan bahwa ustaz Asal menjadi imam salat rawatib, tarawih, dan qiyamul lail di beberapa masjid di Makkah, antara lain: Masjid Al-Bashawiri dan Masjid ‘Asyur Bukhari (2012), Masjid Ar-Ridha (2013), Masjid Syekh ibn Utsmain (2014), Masjid Bin Laden (2015), dan Masjid Birrul Walidain (2016, 2018).

Tahun 2017 ia tidak menjadi imam di Mekkah karena pulang ke kampung halamannya di Kandangan – Kalimantan Selatan, sekaligus menemui salah seorang gurunya yang bernama Tuan Guru Haji Ahmad Syairazi.

Ustaz Asal lahir di Mekkah pada tahun 1997, anak pertama dari pasangan Ustaz Yanto dan Ustazah Mariyati.

Apa Itu PT Garuda Tauberes Indonesia? Erick Thohir Terbahak-bahak Dengar Nama Cucu

BREAKING NEWS Suami di Bungo Gantung Diri karena Takut Istri Mengadu ke Orang Tua, Jumat Malam

Meski sejak lahir menetap di Mekkah, kewarganegaraan ustaz Asal tetap Indonesia.

Ayah dan ibunya berasal dari Ambutun, Kandangan, Kalimantan Selatan.

Berikut cerita lengkap Nur Hidayatullah Yuzarsif:

“Asal” begitu panggilan guru dan ulama Makkah kepadanya, tidak pernah mondok seperti kebanyakan ustadz pada umumnya.

Ia mukim di rumah orang tuanya di Makkah.

Di usia 12 tahun ia menyelesaikan hafalan Alquran, dan meraih ijazah hafalan Alquran dengan predikat “Excellent” dari Lembaga Hafalan Alquran tingkat Kota Makkah.

Ia telah menamatkan bacaan dan hafalan Alquran serta masih rutin mereview di bawah bimbingan Imam Masjidil Haram Syekh Dr Hasan Bukhari, bahkan sudah menamatkan Alquran riwayat Syu’bah bin ‘Ashim Al-Kufi di bawah bimbingan Imam Masjidil Haram tersebut.

Pemuda yang suka mendendangkan nasyid ini juga pernah meraih juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kota Makkah, dan peringkat utama dengan Predikat Exelent pada Musabaqah Hifzhil Qur’an di Masjid al-Kuwaiti.

Dirinya sering tampil di stasiun tv di Kota Makkah, diundang membacakan ayat suci Alquran pada acara-acara khusus yang dihadiri oleh para syekh, ulama, dan tokoh di Kota Makkah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved