Burung Migran Kerubuti Pantai Cemara
Pelancong Taiwan s/d Australia Datang ke Pantai Cemara, 'Berburu' Puluhan Ribu Burung Migran
Pemandangan eksotis dan keindahan yang sulit tergambarkan dari Pantai Cemara semakin lengkap dengan lautan burung migran musiman yang tiba sejak...
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Duanto AS
Pelancong Taiwan hingga Australia Berdatangan ke Pantai Cemara, 'Berburu' Puluhan Ribu Burung Migran
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Sejak November 2019, puluhan ribu burung migran dari Rusia dan China terlihat memadati Pantai Cemara di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, Selasa (10/12)
Keberadaan burung tersebut menyedot wisatawan asing datang ke Jambi.
Pemandangan eksotis dan keindahan yang sulit tergambarkan dari Pantai Cemara semakin lengkap dengan lautan burung migran musiman yang tiba sejak Oktober lalu.
• BREAKING NEWS Pantai Cemara Tanjab Timur Dikerubuti 26 Ribu Ekor Burung Migran, Ngumpul
• Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta Tahun Muda - Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Rush
• Diskon Harga Mobil Akhir Tahun 2019, Toyota, Honda Suzuki dan Chevrolet, Ada yang Rp 80 Juta
Fenomena itu menjadi wisata dan hiburan tersendiri bagi pecinta alam liar.
Bukan hanya masyarakat lokal, namun warga asing juga antusias datang menikmati momen tersebut.
Kades Sungai Cemara, Syawal, kepada Tribunjambi.com mengatakan sejak akhir Oktober lalu hingga saat ini, burung migran dari beberapa belahan dunia sudah terlihat berdatangan.
"Saat ini sudah banyak jenis yang terlihat," ujarnya.
"Kalau awal Oktober kemarin baru beberapa gerombol saja, sekarang sudah ribuan kayaknya. Meski sebagian merupakan burung lama yang telah diberi tanda ada juga spesies baru," ujarnya.
Semakin ramainya burung migran tersebut berdatangan, semakin banyak pula wisatawan lokal maupun luar negeri yang sengaja datang menikmati keindahan burung burung tersebut di alam liar.
"Beberapa hari yang lalu ada wisatawan dari Bogor, Taiwan Mr Lie, Australia. Mereka berombongan dan menginap dua malam," ujarnya.

Syawal mengatakan saat ini merupakan puncak puncaknya burung-burung migran tersebut berkumpul, baik mencari makan maupun berkembang biak.
Momen itulah yang dimanfaatkan pelancong untuk mengabadikan. foto.
"Kebanyakan mereka para fotografer dan peneliti yang sengaja datang ke sini," ujarnya.
Bagi yang masih penasaran dan ingin melihat kawanan burung migran tersebut, masih belum terlambat.