PERINGATAN Hari AIDS Sedunia, Asal Diminum Teratur, Obat ARV Jadi Harapan Hidup Bagi ODHA
Hingga saat ini belum ada obat untuk AIDS. Namun kepatuhan untuk terus mengonsumsi obat rejimen anti-retroviral ( ARV), akan memberi harapan hidup
TRIBUNJAMBI.COM- Hingga saat ini belum ada obat untuk AIDS. Namun kepatuhan untuk terus mengonsumsi obat rejimen anti-retroviral ( ARV), akan memberi harapan hidup tinggi.
Antiretroviral (ARV) merupakan obat yang ampuh menekan virus HIV/ AIDS dalam tubuh Orang dengan HIV/AIDS ( ODHA).
Saking ampuhnya, penderita HIV/AIDS bahkan bisa berkeluarga, produktif bekerja, berkeluarga dan virus nya tidak menular ke istri dan anaknya.
Dengan kata lain, ODHA yang meminum ARV secara teratur tanpa tertinggal sekalipun dapat hidup layaknya orang yang tidak menderita HIV/AIDS.
Di Indonesia sendiri, pemakaian obat ARV dapat menurunkan angka kematian ODHA.
Rekam jejak ARV
• DIIKUTI Ribuan Peserta, Ini Hasil Joy Run 2019 Transmart Jambi
• Buka Rakerda-2 MUI Sungaipenuh, Walikota AJB Berharap MUI Miliki Pusat Kajian Permasalahan Keumatan
• Dukung Jambi Sebagai Kota Sehat, Transmart Adakan Event Lari Bareng Pelanggan
Ketua Panli HIV AIDS PIMS Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD menjelaskan, awal pertama HIV/AIDS masuk ke Indonesia dibandingkan dengan sekarang jauh berbeda dari segi jumlah korban.
"Karena kehadiran ARV itu, angka kematian akibat HIV/AIDS jadi menurun," kata dr Samsuridjal dalam siaran pers Kementerian Kesehatan RI yang diterima Kompas.com.
dr. Samsuridjal mengatakan, pada 1986 ada laporan kasus seorang perempuan Indonesia dirawat di sebuah rumah sakit karena menderita HIV.
Kemudian tahun 1987 di Bali terdapat seorang wisatawan asal Belanda yang meninggal karena HIV.
"Dari situlah mulai kasus meningkat, dan biasanya adalah pasien datang dalam keadaan sakit berat, sudah dalam infeksi oportunistik entah itu TBC, infeksi otak, entah penyakit lain, kemudian diperiksa HIV dan diketahui positif," katanya.
dr. Samsuridjal yang juga berprofesi sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menambahkan, kasus HIV/AIDS menurun setelah adanya ARV di Indonesia.
Sejarah ARV masuk Indonesia
ARV pertama kali ada pada 1997 dan Pemerintah Indonesia mulai menyediakan obat ARV secara cuma-cuma pada akhir 2014.
Saat belum ada ARV, ODHA yang sudah dalam keadaan infeksi oportunisktik atau HIV berat, umumnya hanya mampu bertahan hidup selama 6 bulan dan paling lama 2 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/aids-maskot_20150509_225558.jpg)