Cara Tempur Kopassus sehingga Efektif Efisien, Cukup Kirim Beberapa Prajurit
Jarang sekali markas Kopassus mengirim pasukan besar. Pertanyaan itu kerap muncul, namun jarang yang tahu jawabannya.
Cara Tempur Kopassus sehingga Efektif Efisien, Cukup Kirim Beberapa Prajurit
TRIBUNJAMBI.COM - Bagi yang belum tahu cara bertempur Kopassus, berikut ini rahasianya.
Bila ada misi-misi penting, mengapa Kopassus yang dikirim hanya sedikit?
• Peristiwa 1999, Sniper Incar Kepala Kopassus Denjaka dan Satbravo Paskhas, Hujan Peluru di Saparua
• Peristiwa 1964 Kopassus vs Marinir di Lapangan Banteng, Jakarta Mencekam Gara-gara Salah Paham
• Peristiwa 1958, Cuaca Ambon Makin Buruk, Pesawat Terguncang Hebat, RPKAD Lawan Teman Sendiri
Jarang sekali markas Kopassus mengirim pasukan besar.
Pertanyaan itu kerap muncul, namun jarang yang tahu jawabannya.
Saat misi-misi, Kopassus yang dikirim sedikit.
Hanya segelintir prajurit pasukan elite TNI AD saja yang dikirim.
Meski hanya sedikit Kopassus yang dikirim, namun misi sudah beres.
Itu berbeda dengan satuan infanteri lain yang mengirim pasukan dalam jumlah banyak.
Apa alasan markas Kopassus hanya mengirim segelintir orang?
Selama ini saat mendapat misi, Komando Pasukan Khusus hanya mengirimkan personel dalam jumlah tertentu.
Itu terlihat dalam berbagai misi. Di antaranya ketika operasi pembebasan sandera pesawat Garuda Indonesia di Thailand, hanya 35 prajurit Kopassus yang diberangkatkan.
Meski hanya beberapa anggota Kopassus, misi tersebut selesai dengan gemilang.
Sebenarnya apa yang membedakan Kopassus dengan satun infanteri lain?
Perlu diketahui, sampai sekarang jumlah personel Kopassus dirahasiakan, apalagi grup Sandhi Yudha yang misterius.
Sebagai bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur, personel Kopassus memiliki kemampuan di atas rerata tentara.
Pasukan ini memiliki kemampuan khusus bergerak cepat, menembak tepat, pengintaian dan anti teror.
Pergerakan personel ini juga tak terbaca lawan, begitu juga penyamaran intelijennya.
Kirim intelijen
Biasanya sebelum pasukan utama turun, Kopassus mengirim intelijen tempurnya untuk menganalisa kekuatan lawan.
Setelah itu, dilakukan penyusunan strategi.
Kopassus memiliki beberapa tugas. Operasi Militer Perang (OMP), di antaranya Direct Action serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus).
Selain itu, Operasi Militer Selain Perang (OMSP), di antaranya Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta pengamanan VVIP.
Menggunakan struktur khusus
Struktur Kopassus berbeda dengan satuan infanteri lain pada umumnya.
Kopassus tidak terikat pada ukuran umum satuan infanteri. Itu hal terlihat pada satuan yang disebut Grup.
Penggunaan istilah Grup, bertujuan satuan yang dimiliki terhindar dari standar ukuran satuan infanteri pada umumnya, misalnya Brigade.
Dengan satuan ini, Kopassus dapat fleksibel dalam menentukan jumlah personel, bisa lebih banyak dari ukuran brigade, sekira 5.000 personel Koes atau lebih sedikit.
Ada lima Grup Kopassus di Indonesia.
Grup 1/Para Komando - berlokasi di Serang, Banten
Grup 2/Para Komando - berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah
Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus - berlokasi di Batujajar, Jawa Barat
Grup 3/Sandhi Yudha - berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
Satuan 81/Penanggulangan Teror - berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
Pusdikpassus berfungsi sebagai pusat pendidikan, sementara grup lain memiliki fungsi operasional (tempur).
Masing-masing Grup, kecuali Pusdikpassus, dibagi lagi dalam batalyon. Misalnya Yon 11, 12, 13 dan 14 (dari Grup 1), serta Yon 21, 22 dan 23 (dari Grup 2).
Jumlah personel saat operasi tempur
Karena Kopassus merupakan pasukan khusus, maka dalam melaksanakan operasi tempur, jumlah personel yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah infanteri biasa.
Jumlah pasukan Kopassus tidak menggunakan ukuran konvensional, mulai dari peleton hingga batalion.
Apabila dicermati, pasukan elite TNI AD ini pun jarang sekali melakukan operasi dengan melibatkan kekuatan satu batalion sekaligus.
Istilah-istilah di Kopassus pun berbeda. Satuan di bawah batalion bukan disebut kompi, tetapi detasemen, unit atau tim.
Kopassus jarang melibatkan personel yang banyak dalam suatu operasi.
Supaya tidak terikat dengan ukuran baku pada kompi atau peleton, maka Kopassus perlu memiliki sebutan tersendiri bagi satuannya, agar lebih fleksibel.
Kepangkatan komandan
Di struktur Kopassus, kepangkatan komandan pun berbeda.
Komandan Jenderal atau Danjen Kopassus berpangkat mayor jenderal.
Wakil Danjen Kopassus berpangkat brigadir jenderal.
Komandan grup berpangkat Kolonel. Komandan Batalion berpangkat letnan kolonel.
Sementara itu, Komandan Detasemen, Tim, Unit, atau Satuan Tugas Khusus, merupakan perwira yang pangkatnya disesuaikan dengan beban tugasnya (mulai letnan hingga mayor).
Kemampuan personel
Pasukan komando ini merupakan pasukan pilihan. Personelnya memiliki kualifikasi khusus.
Sebelum menjadi anggota Kopassus, ada pendidikan keras harus dilalui.
Bagaimana pendidikan calon Kopassus?
Kisah-kisah Kopassus dan pasukan elite TNI dapat dibaca di Tribunjambi.com.
• Kisah Mardi Rambo Prajurit Kopassus Dapat Misi Mimpi Buruk Malah Gembira, Rekornya Mentereng
• Sosok Tatang Koswara, Prajurit Kopassus Habisi 49 Musuh Namun Sisakan 1 Peluru untuk Diri Sendiri
• Mantan Sniper SAS Ini Terkejut Lihat Sosok Kopassus yang Dulu Dia Bidik, Mendadak Benny Ucapkan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/atraksi-debus-anggota-kopassus_20180728_173802.jpg)